Hari Ular Sedunia Ingatkan Pentingnya Peran Ular di Alam

  • 20 Jul 2026 10:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Hari Ular Sedunia (World Snake Day) yang diperingati setiap 16 Juli kembali menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keberadaan ular sebagai bagian dari keanekaragaman hayati. Peringatan yang jatuh pada Kamis (16/7/2026) ini juga menjadi ajang edukasi agar masyarakat lebih memahami peran ekologis ular dalam menjaga keseimbangan alam.

Hari Ular Sedunia diperingati setiap tahun dengan tujuan mendorong upaya pelestarian lebih dari 3.500 spesies ular yang tersebar di berbagai belahan dunia. Meski sering mendapat stigma sebagai satwa berbahaya, ular memiliki manfaat besar bagi lingkungan karena berperan sebagai predator alami yang menjaga keseimbangan populasi berbagai jenis hewan.

Salah satu manfaat utama ular adalah membantu mengendalikan populasi tikus yang menjadi hama utama di sektor pertanian. Kehadiran ular di lahan pertanian mampu mengurangi kerusakan tanaman pangan seperti padi, jagung, dan palawija, sehingga secara tidak langsung mendukung produktivitas hasil panen petani.

Di Indonesia, ular dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari kawasan hutan, rawa, lahan pertanian, hingga lingkungan permukiman. Selama habitatnya tetap terjaga dan tidak terganggu, ular akan menjalankan perannya sebagai bagian dari rantai makanan yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Peringatan Hari Ular Sedunia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung membunuh ular yang ditemui di alam maupun di sekitar permukiman. Sebaliknya, masyarakat dianjurkan mengenali jenis-jenis ular, menjaga jarak secara aman, serta menghubungi petugas atau komunitas penyelamat satwa apabila menemukan ular yang berpotensi membahayakan.

Seorang petani di Tolitoli, Sulaiman (48), mengaku keberadaan ular di area persawahan justru memberikan manfaat karena membantu mengurangi serangan tikus yang sering merusak tanaman padi. Menurutnya, keseimbangan alam perlu dijaga agar hasil pertanian tetap optimal.

"Kami memang tetap berhati-hati saat bekerja di sawah, tetapi kami juga menyadari ular membantu memangsa tikus yang sering merusak tanaman padi. Kalau semua ular dibunuh, jumlah tikus bisa semakin banyak dan petani yang rugi," ujar Sulaiman, Kamis (16/7/2026).

Sulaiman menambahkan, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar tidak semua jenis ular dianggap sebagai ancaman. Ia berharap masyarakat dapat lebih memahami fungsi satwa liar tersebut sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui peringatan Hari Ular Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa ular bukan hanya satwa liar yang perlu diwaspadai, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sikap bijaksana terhadap satwa liar, disertai edukasi dan upaya konservasi, menjadi langkah penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....