MPLS Ramah, SMAN 5 Bandung Utamakan Keamanan Siswa Baru
- 16 Jul 2026 17:17 WIB
- Bandung
Poin Utama
- SMAN 5 Bandung melaksanakan MPLS selama 5 hari dimulai Rabu, 15 Juli 2026 dengan diikuti 320 peserta didik baru.
- Keamanan siswa menjadi prioritas utama dengan seleksi ketat panitia dari siswa berkarakter baik dan anggota OSIS serta alumni pendidikan karakter Panca Waluya.
- MPLS menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan termasuk TNI-Polri, BNN, dan Kesbangpol Kota Bandung serta menanamkan pendidikan karakter sesuai Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026.
RRI.CO.ID, Bandung – SMAN 5 Bandung secara resmi melaksanakan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu, 15 Juli 2026. Sekolah yang memegang titel sebagai Sekolah Maung ini akan melaksanakan pekan MPLS selama 5 hari dan diikuti oleh sebanyak 320 peserta didik baru.
Mengusung tema MPLS Ramah, keamanan siswa menjadi salah satu perhatian yang diutamakan selama pelaksanaan kegiatan MPLS berlangsung. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Bandung, Repy Hapyan, mengatakan bahwa SMAN 5 Bandung melakukan penyeleksian anggota panitia secara ketat sehingga tidak sembarang siswa bisa tergabung dalam panitia pelaksanaan MPLS.
“Dan yang diperbantukan hanya siswa-siswa yang memiliki karakternya baik, dan juga dari unsur OSIS, tambahannya dari kita, dari alumni pendidikan karakter Panca Waluya,” ucap Repy.
Selain menyangkut keamanan, SMAN 5 Bandung juga menyusun materi pelaksanaan MPLS yang edukatif dengan menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan, seperti TNI-Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga turut mendatangkan dari pihak Kesbangpol Kota Bandung. “Dilanjutkan perkenalan dengan guru, para guru-guru dan juga sekarang ini pendidikan karakter Panca Waluya,"ujarnya.
"Setelah itu nanti ada pengenalan kurikulum, ada pengenalan terhadap visi misi, ada juga tentang peraturan di sekolah,” ucap Repy.
Di tahun ajaran baru ini, SMAN 5 Bandung juga secara khusus memasukkan pendidikan karakter sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. “Karakter yang kita tanamkan itu karakter di pembiasaan, pembiasaan itu ada 7 kaih sesuai dengan arahan Permendikbud, dan juga yang karakter Panca Waluya, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Wanter, Singer,” ucapnya.
Repy menyebutkan bahwa rangkaian MPLS dapat menjadi ajang bagi siswa-siswi baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar mereka. Repy juga mengungkapkan bahwa rangkaian MPLS dapat menjadi momentum yang tepat untuk membangun semangat peserta didik baru dalam mengikuti proses belajar di sekolah nantinya.
“Anak-anak mampu segera beradaptasi di sekolah ini, menjadikan ruang kegembiraan, pembelajaran di SMA 5 Bandung, dan kita bisa mengantarkan ekosistem di SMA 5 untuk menjadi orang-orang hebat,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Nugraha Risky Fatihah. Ia pun menyoroti peran panitia pelaksana MPLS untuk memastikan kelancaran dalam kegiatan MPLS sekaligus memenuhi segala hal yang dibutuhkan siswa baru selama rangkaian berlangsung.
“Kami sebagai panitia itu berperan sebagai pendamping gugus yang dimana nantinya akan membimbing para siswa untuk bisa mengikuti kegiatan dengan baik, dan kita juga apabila mereka membutuhkan segala hal nanti kami akan persiapkan dengan baik juga,” ucapnya.
Hal ini dirasakan oleh Mikaila Zaleeka, siswi baru SMAN 5 Bandung yang lolos melalui jalur non-akademik. Menurutnya, rangkaian MPLS ini bisa ia jadikan wadah untuk memperluas pertemanan sekaligus membangun keakraban.
“Manfaat yang saya dapetin dari MPLS itu, saya belajar banyak sih, kayak cara perkenalan sama temen-temen gitu, dan bersosialisasi dan bergaul dengan baik,” kata Mikaila.
Penulis: Ghefira Casa Madeva/Magang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....