SMA Pasundan 1 Bandung Kehilangan 96 Calon Siswa karena Regulasi PCMB

  • 16 Jul 2026 16:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Pasundan 1 Bandung mencatat tingginya animo masyarakat. Sebanyak kurang lebih 1.000 calon siswa mendaftar ke sekolah tersebut, meskipun pada akhir proses penerimaan jumlah siswa yang resmi terdaftar mencapai 432 orang dari kuota 456 siswa.

Kepala SMA Pasundan 1 Bandung, Drs. H. Cahya, mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah memenuhi kuota penerimaan siswa baru sejak 28 Juni 2026 dengan jumlah 456 siswa untuk 12 kelas.

"Kurang lebih ada 1.000 pendaftar calon siswa ke SMA Pasundan 1 Bandung. Bahkan sejak 28 Juni 2026 kami sudah mengunci sesuai kuota 456 siswa baru untuk 12 kelas. Karena kuota sudah tercapai, kami sejak awal sudah menutup proses pendaftaran," ujar Cahya, di SMA Pasundan 1 Bandung, Rabu 15 Juli 2026.

Namun, perubahan regulasi terkait penerimaan siswa melalui program Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Provinsi Jawa Barat, membuat sejumlah calon siswa yang sebelumnya telah mendaftar di SMA Pasundan 1 Bandung kemudian diterima di SMA/SMK negeri Kota Bandung. Menurut Cahya, kondisi tersebut terjadi pada tahap kedua SPMB. Akibatnya, sebanyak 96 calon siswa mengundurkan diri pada 10 hingga 11 Juli 2026.

"Pada tahap kedua SPMB, siswa yang awalnya sudah mendaftar ke SMA Pasundan 1 Bandung tiba-tiba diterima di SMA atau SMK negeri Kota Bandung melalui regulasi baru PCMB tersebut. Akibatnya, pada tanggal 10 sampai 11 Juli ada 96 pendaftar yang mengundurkan diri," katanya.

Dengan kondisi tersebut, jumlah akhir siswa yang tercatat menjadi 432 orang, atau berkurang dari kuota awal yang telah ditetapkan sekolah. Cahya menyebut pelaksanaan SPMB tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur.

"Menyikapi kondisi SPMB tahun ini, bagi kami banyak hikmah yang perlu diperbaiki. Motto kami adalah bagaimana melayani masyarakat melalui perbaikan SDM dan infrastruktur," ujarnya.

Meski terdapat dinamika dalam proses penerimaan siswa baru, SMA Pasundan 1 Bandung tetap bersyukur karena masih mendapat kepercayaan dan respons positif dari masyarakat Kota Bandung. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.

Setelah tahapan SPMB selesai, SMA Pasundan 1 Bandung melanjutkan kegiatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada petunjuk teknis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mengusung penguatan karakter Pancawaluya.

Cahya menjelaskan, kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari, dengan dua hari berlangsung di lingkungan sekolah dan tiga hari dilaksanakan di Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas) TNI.

"Kami melaksanakan MPLS selama dua hari di lingkungan sekolah dan tiga hari di Pusdikjas TNI. Kegiatan ini sama seperti tahun sebelumnya karena kami sudah menjalin kerja sama dengan Pusdikjas sebagai upaya penguatan karakter siswa," katanya.

Ia menilai materi yang diberikan selama kegiatan di Pusdikjas memberikan manfaat besar bagi peserta didik. Selain membangun kedisiplinan, kegiatan tersebut juga bertujuan membentuk karakter pribadi siswa agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

"Materi yang disampaikan di Pusdikjas sangat bermanfaat bagi siswa. Tidak hanya mendidik disiplin, tetapi juga menguatkan karakter pribadi yang diharapkan mampu menjawab tantangan pemerintah dalam menciptakan manusia unggul," ujar Cahya.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan kerja sama tersebut terlihat dari dukungan para orang tua siswa yang memberikan respons positif terhadap kegiatan pembentukan karakter melalui pendekatan kedisiplinan. Cahya berharap para pemangku kebijakan dapat menghadirkan regulasi pendidikan yang lebih berkeadilan, khususnya bagi sekolah swasta yang selama ini memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kami sebagai pelaku pendidikan berharap pemerintah dapat menerapkan regulasi yang berkeadilan. Sekolah swasta hadir sebelum sekolah negeri dan banyak melahirkan orang-orang yang berhasil," katanya.

Ia menegaskan, sekolah swasta memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pendidikan nasional. Bahkan, menurutnya, sejumlah tokoh nasional merupakan alumni sekolah swasta, termasuk lulusan SMA Pasundan.

"Lulusan SMA Pasundan ada yang sudah menjadi Wakil Presiden Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sekolah swasta juga memiliki peran besar dalam mencetak generasi bangsa," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....