Wabup Banyumas Ajak Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pembangunan Desa
- 16 Jul 2026 14:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Sebanyak 517 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banyumas selama 40 hari. Mereka akan diterjunkan ke tiga kecamatan, yakni Tambak, Sumpiuh, dan Somagede, untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Kedatangan para mahasiswa diterima Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti di Pendopo Wakil Bupati, Kamis (16/7/2026). Dalam kesempatan itu, Lintarti menegaskan KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman di lapangan akan memberikan banyak pelajaran yang tidak diperoleh selama perkuliahan. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa KKN untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus membangun kedekatan dengan warga.
"Nanti ketika sudah berada di tengah masyarakat, adik-adik akan menemukan banyak hal yang mungkin tidak pernah dijumpai di ruang kuliah. Akan ada cerita, pengalaman, tantangan, sekaligus pelajaran hidup," ujarnya.
Lintarti juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya datang dengan membawa program kerja, tetapi juga semangat untuk mendengar dan belajar dari masyarakat.
Ia menilai kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra pemerintah desa dalam menghadirkan ide-ide kreatif, solusi inovatif, serta semangat baru untuk mendukung pembangunan sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
"Saya yakin, semangat muda yang dimiliki adik-adik mahasiswa akan menjadi energi positif bagi masyarakat. Sebaliknya, pengalaman hidup, nilai-nilai gotong royong, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat akan menjadi bekal berharga bagi adik-adik di masa mendatang," tuturnya.
Selain itu, Lintarti berpesan agar mahasiswa menjaga sikap dan nama baik almamater selama menjalankan KKN. Ia juga meminta peserta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga setempat.
"Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kedekatan dan kepercayaan yang berhasil dibangun bersama masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Kajian Budaya Lokal dan Penginyongan UIN Saizu, Rahman Afandi, mengatakan pelaksanaan KKN kini mengedepankan paradigma baru yang menempatkan masyarakat sebagai mitra, bukan sekadar objek kegiatan.
Menurutnya, pada pola lama, program KKN sering kali berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus sehingga manfaatnya kurang berkelanjutan. Melalui pendekatan baru, mahasiswa didorong menggali potensi desa yang belum berkembang, kemudian bersama masyarakat mengembangkannya agar memberikan manfaat jangka panjang.
"Dengan paradigma baru, maka akan ada dampak berkelanjutan. Harapannya, setelah mahasiswa KKN selesai, kegiatan yang telah diprogramkan selama KKN tetap berlanjut," ujarnya.
Rahman menambahkan, pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema UIN Saizu Memberdaya, Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat. Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....