Cari Dua Bocah Tenggelam, Tim SAR Gabungan Sisir Irigasi Singomerto Banjarnegara

  • 16 Jul 2026 15:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang mengerahkan tim rescue untuk mencari dua anak yang diduga tenggelam di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Operasi pencarian dimulai setelah kedua korban dilaporkan hilang sejak Rabu, 15 Juli 2026 sore.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan satu tim dari Pos SAR Wonosobo langsung diberangkatkan menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim gabungan kini melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

"Benar kami menerima informasi bahwa kemarin sore ada dua bocah yang diduga tenggelam di saluran irigasi Singomerto Kalibenda dan saat ini sudah kami berangkatkan satu tim untuk melakukan pencarian," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, kedua korban adalah Muhammad Fadli Al Fayad (10) dan Zafran (12), warga Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh. Sebelum dilaporkan hilang, keduanya diketahui sedang bermain di sekitar saluran irigasi.

Seorang saksi masih melihat kedua bocah tersebut berada di sekitar lokasi pada pukul 16.30 WIB. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya sudah tidak terlihat dan diduga terpeleset hingga tercebur ke saluran irigasi sedalam sekitar 1,5 meter.

Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri setelah mengetahui kejadian tersebut. Namun upaya itu belum membuahkan hasil karena kondisi air yang keruh dan cukup dalam.

"Warga sekitar sudah berupaya melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah kejadian. Namun karena cukup dalam dan airnya juga cukup keruh, hingga malam kedua korban belum ditemukan, akhirnya warga melaporkan kejadian ini ke kami," ujar Budiono.

Tim SAR gabungan kini melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi dan penyelaman pada sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban. Pencarian difokuskan pada area sekitar tempat kedua anak terakhir terlihat.

Budiono mengatakan kondisi cuaca saat proses pencarian cukup mendukung. Selain itu, pintu air irigasi telah ditutup sehingga arus air tidak lagi mengalir deras.

"Hari ini cuaca cerah dan arus juga sudah tidak ada karena kemarin pintu air irigasi sudah ditutup. Semoga kedua korban bisa segera ditemukan tim," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....