Niat Menolong Rekan yang Terpeleset, Pemancing Ikut Hanyut di Sungai Kalijajar
- 10 Jun 2026 07:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak - Niat menolong rekannya yang terpeleset dan hanyut di Sungai Kalijajar, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, justru berujung petaka bagi seorang pemancing asal Kabupaten Kudus. Keduanya dilaporkan tenggelam di area Bendung Karet Kalijajar, Senin, 8 Juni 2026 malam.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan, korban diketahui bernama Budi Santoso (46), warga Betokan, Krajan RT 2 RW 1, Kabupaten Demak, dan Muklisin (60), warga Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat kedua korban bersama sejumlah rekannya memancing di area Bendung Karet Kalijajar.
Ia menjelaskan, saat itu, Budi Santoso memilih memancing di bagian tengah bendung yang terbuat dari karet berisi angin. Sekitar pukul 23.30 WIB, genset yang berfungsi memompa udara ke bendung karet mendadak mati, sehingga bendung karet perlahan mengempis.
Mengetahui kondisi tersebut, Budi berupaya kembali ke tepian sungai dengan menyusuri bantalan karet bendung. Namun nahas, ia terpeleset dan hanyut di sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.
Melihat rekannya tenggelam, Muklisin berinisiatif memberikan pertolongan. Akan tetapi, upaya penyelamatan itu justru berakhir tragis setelah dirinya ikut terpeleset dan terseret arus sungai.
Budiono mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa pagi, 9 Juni 2026. "Kami menerima informasi adanya orang hanyut tadi malam dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian," ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir sungai menggunakan perahu karet serta menyusuri tepian sungai melalui jalur darat. Hasilnya, pada pukul 13.15 WIB, korban atas nama Budi Santoso berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ditemukan pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Langsung diserahkan kepada pihak keluarga," kata Budiono.
Sementara itu, pencarian terhadap Muklisin terpaksa dihentikan sementara pada Selasa sore karena keterbatasan penerangan yang dinilai dapat menghambat efektivitas operasi SAR. "Malam ini pencarian atas nama Muklisin kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok, semoga cuaca cerah dan arus sungai lebih landai sehingga korban bisa segera ditemukan," ucap Budiono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....