Pencari Kerja di Garut Tinggi,Kadisnakertrans : Didominasi Lulusan SMA Sederajat

  • 16 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Angkatan kerja di Kabupaten Garut mencapai 1.2 juta jiwa atau 50 persen dari total populasi 2.4 juta jiwa, namun angka pengangguran masih tinggi mencapai 0.9 persen atau sekitar 70 ribu orang.
  • Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut memiliki delapan program pelatihan tenaga kerja yang didanai APBD dan melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal serta PMA untuk mengurangi pengangguran.
  • Hampir 70 persen peserta pelatihan dari lulusan SMA dan SMK diterima bekerja di perusahaan industri, sementara 30 persen lainnya memilih menjadi wirausaha dengan dukungan program KUR dari lembaga perbankan pemerintah.

RRI.CO.ID, Garut- Berdasarkan hasil rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja di Kabupaten Garut ada sekitar 1.2 juta jiwa atau 50 persen dari 2.4 juta jiwa populasi penduduk Kabupaten Garut. Namun demikian, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Nia Gania, angka pengangguran di Kabupaten Garut masih tergolong tinggi yaitu diangkat 0.9 persen atau sekitar 70 ribu orang.

Sedangkan untuk angka pencari kerja yang dilegalisasi dengan kartu kuning yang terdaftar di lembaganya dalam satu semester di tahun 2026 ini tercatat ada sekitar 12 ribu orang." Jadi rata-rata perbulannya warga garut sebagai pencari kerja sebanyak 2 ribu orang, dan mayoritas didominasi lulusan SMA atau SMK serta perguruan tinggi" katanya di Garut, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menyatakan bahwa realitasnya angka pencari kerja tidak berbanding lurus dengan lapangan kerja yang tersedia. " Yang dikhawatirkan adalah jika pengangguran dibiarkan maka akan berdampak terhadap kemiskinan dan kejahatan," ujarnya.

Maka dari itu, menurut Gania, pihaknya terus berupaya untuk menekan atau meminimalisir jumlah angka pengangguran di kabupaten Garut dengan berbagai strategi." Salah satu upaya strategi yang kami lakukan adalah membuat kompetensi pencari kerja jadi lebih baik dan memiliki skill atau kemampuan terampil melalui pelatihan vokasi," katanya.

Ia menyampaikan, institusinya kini memiliki sekitar delapan pelatihan tenaga kerja yang dibiayai oleh APBD. Selain itu juga pihaknya melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan besar baik lokal dan Perusahaan Modal Asing (PMA) yang ada di Kabupaten Garut. " Selain memiliki sejumlah pelatihan tenaga kerja yang didanai APBD, kami juga melakukan MoU dengan sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Garut," ujarnya.

Ia mengatakan, para pencari kerja yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan disejumlah lembaga pelatihan lainnya diberikan berbagai ilmu keterampilan dari mulai menjahit, design grafis, barista, keterampilan las dan pelatihan skill lainnya." Dari sekian banyak peserta pelatihan yang merupakan lulusan SMA dan SMK, hampir 70 persen diterima di perusahaan industri di Kabupaten Garut dan sisanya sekitar 30 persen memilih untuk menjadi wirausaha," tuturnya.

Pemkab Garut juga menurutnya melakukan MoU dengan lembaga perbankan pemerintah agar bisa menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu permodalan yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi para wirausaha mandiri.

Ia menyampaikan, pelatihan untuk pencari kerja juga dibantu dari Kementerian Tenaga Kerja meski masih terbatas baik dari aspek anggaran maupun fasilitas sarana prasarana penunjangnya termasuk SDM Instruktur kepelatihannya." Tidak hanya itu, kami juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja swasta yang memiliki kiprah untuk menurunkan angka pengangguran dengan sasaran untuk bekerja diluar negeri seperti ke Jepang yang dinilai lebih aman," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....