Jangan Salah Memilih Pesantren, Sanad Keilmuan Harus Jadi Pertimbangan

  • 16 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pondok Pesantren Al Mubarok di Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dengan mengedepankan adab sebagai fondasi utama pendidikan.

Pondok pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga membentuk karakter santri agar memiliki akhlak mulia, menghormati guru, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang diwariskan melalui sanad keilmuan yang jelas.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mubarok, Ustadz Abdul Muis, mengingatkan para orang tua maupun calon santri agar tidak sembarangan memilih pondok pesantren. Menurutnya, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kejelasan sanad keilmuan dan sanad kepesantrenan.

"Zaman sekarang pondok pesantren memang banyak, tetapi sedikit yang sanad keilmuannya benar-benar jelas, yakni tersambung hingga kepada Baginda Nabi Muhammad SAW melalui para ulama. Ini yang harus menjadi perhatian utama," ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain itu, ia menegaskan bahwa calon santri juga harus mempersiapkan mental sebelum memutuskan untuk menempuh pendidikan di pesantren. Kehidupan di pondok, menurutnya, membutuhkan kesiapan fisik, tenaga, pikiran, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu.

"Yang paling penting sebelum mondok adalah menyiapkan mental, tenaga, dan pikiran. Menuntut ilmu di pesantren membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan," katanya.

Abdul Muis juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap lembaga yang mengatasnamakan pesantren tetapi tidak menjalankan fungsi pendidikan sebagaimana mestinya.

Ia menilai ada sebagian pihak yang memanfaatkan label pesantren untuk kepentingan di luar pendidikan, termasuk kepentingan politik maupun memperkaya diri.

Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat mendidik generasi Islam yang berilmu dan berakhlak, bukan dijadikan sarana untuk mengejar kepentingan pribadi.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua agar tidak mudah tergiur dengan kemegahan bangunan ataupun tawaran pendidikan gratis semata. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kualitas pendidikan, akhlak para pengajar, serta kejelasan sanad keilmuan yang diajarkan.

"Jangan sampai salah mondok dan salah memondokkan anak. Jangan hanya tertarik karena bangunannya megah atau semuanya gratis. Pilihlah pesantren yang benar-benar mengajarkan agama dan memiliki sanad keilmuan yang jelas," pesannya.

Melalui pendidikan yang berlandaskan Al-Qur'an, sunnah, adab, dan sanad keilmuan yang terpercaya, Pondok Pesantren Al Mubarok berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....