Empat Fondasi Utama KKN Unsoed Dorong Terwujudnya Desa Tangguh dan Mandiri
- 16 Jul 2026 09:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat peran Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), pelaksanaan KKN di Unsoed kini berfokus pada empat fondasi utama,.
Fondasi yang dimaksud yakni ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, dan peningkatan literasi masyarakat. Keempat fondasi tersebut menjadi acuan dalam penyusunan program kerja mahasiswa agar dapat mendukung terwujudnya desa yang tangguh, adaptif, dan mandiri sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
Hal tersebut disampaikan Sekretaris LPPM Unsoed, Sri Wahyu Handayani. Ia menjelaskan bahwa setiap program KKN tidak disusun secara seragam, melainkan berdasarkan hasil pemetaan kondisi desa yang dilakukan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lapangan.
"Program KKN disesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa. Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa wajib melakukan survei atau observasi terlebih dahulu untuk memetakan potensi desa serta melakukan analisis SWOT, sehingga program kerja yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Menurut Sri Wahyu, pendekatan tersebut membuat program KKN lebih tepat sasaran karena mengedepankan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial. LPPM Unsoed juga berkomitmen menjaga keberlanjutan program pengabdian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjadikan satu desa sebagai lokasi KKN selama minimal tiga periode.
Dengan pola tersebut, program yang telah dirintis mahasiswa pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh kelompok KKN berikutnya. "Kami mengupayakan satu desa menjadi lokasi KKN minimal tiga kali periode, sehingga program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat," kata Sri Wahyu.
Selain menekankan keberlanjutan program, LPPM Unsoed juga mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab sesuai komitmen yang telah disepakati. Mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, perangkat desa, serta seluruh pemangku kepentingan di lokasi pengabdian.
Sri Wahyu menambahkan, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater selama menjalankan KKN. Melalui sikap yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. (Fani/RRI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....