Berbekal KIP Kuliah, Pujakesuma Ini Lulus Cumlaude di Unnes

  • 19 Jul 2026 07:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Berbekal beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang anak perantau kelahiran Batam berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan. Rizkiya Agil Chareani, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), lulus sarjana dengan predikat cumlaude dan IPK 3,91, sekaligus tengah menyelesaikan pendidikan magister melalui program fast track.

Wanita yang akrab disapa Agil ini merupakan Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma). Ia lahir di Batam dari pasangan Heri Mulyani, perempuan asal Banjarnegara, dan Abrar, pria asal Minangkabau. Kedua orang tuanya bertemu saat sama-sama merantau bekerja di Batam.

Istilah Pujakesuma sendiri dikenal luas pada era 1980–1990-an, merujuk pada anak-anak keturunan Jawa yang lahir di Sumatera. Meski bukan berasal dari keluarga transmigran, Agil tumbuh dalam keluarga perantau yang menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan taraf hidup.

Memasuki akhir masa SMA, Agil memutuskan merantau ke Jawa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Semarang dengan memanfaatkan program KIP Kuliah. Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya yang sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi.

"Karena Agil yakin dengan kuliah bisa mengubah nasib, maka Agil putuskan untuk merantau ke Jawa. Kalau libur kuliah, Agil pulangnya ke Banjarnegara, tempat kelahiran ibu," ujarnya.

Selama menempuh pendidikan, Agil tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unnes. Pada semester empat, ia juga mengikuti Program Kampus Merdeka melalui Pertukaran Mahasiswa ke Makassar.

Kesempatan lain datang ketika Agil menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (Lantip) di salah satu SMP di Semarang serta mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saat itu, ia mendapat tawaran mengikuti program fast track S2 Pendidikan IPS yang memungkinkan penyelesaian studi magister bersamaan dengan penyusunan skripsi sarjana.

"Alhamdulillah pada semester 4 saya ikut program Kampus Merdeka (Pertukaran Mahasiswa) dan bisa ke Makassar. Kemudian saat mengikuti Lantip dan KKN, saya ditawari mengikuti program fast track S2 Pendidikan IPS bersamaan dengan pengerjaan skripsi. Saya mengambil kesempatan itu karena didukung penuh keluarga besar dan juga abang saya, Aby Miftahul Badri, yang rela membiayai kuliah S2 dari hasil bekerja sebagai driver online di Batam," kenangnya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Agil berhasil menyelesaikan studi sarjana dengan predikat cumlaude dan IPK 3,91. Sementara itu, pendidikan magisternya kini tinggal menyisakan satu semester lagi sehingga ditargetkan selesai pada tahun depan.

Kisah Agil menjadi salah satu contoh keberhasilan penerima KIP Kuliah dalam mengakses pendidikan tinggi. Program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan hingga perguruan tinggi, sekaligus menjadi bekal meningkatkan kualitas hidup melalui prestasi akademik dan pengalaman organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....