Pekerja PLTSa Putri Cempo Meninggal, Keluarga Minta Keselamatan Kerja Diperbaiki
- 15 Jul 2026 21:02 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Keluarga pekerja PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, yang meninggal akibat kecelakaan kerja berharap penerapan keselamatan kerja di lingkungan PLTSa diperketat. Harapan tersebut disampaikan setelah korban meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif selama 11 hari di rumah sakit.
Saudara kembar korban, Mohamad Soehib, atau yang akrab disapa Anas mengatakan adiknya sempat menjalani operasi besar setelah mengalami luka serius akibat kecelakaan kerja. Korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh, cedera saraf pada lengan, hingga akhirnya harus menjalani amputasi tangan.
"Operasi dari jam 03.30 sampai jam 09.00 pagi. Operasi kedua pengaliran darah dan saraf, dicoba gak ada hasil terus sampai diamputasi," katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu 15 Juli 2026.
Soehib menjelaskan kondisi adiknya sempat membaik setelah amputasi dan sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga. Namun beberapa hari kemudian korban mengalami kejang dan kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
"Udah kayak orang biasa gitu, udah sadar tangannya diamputasi, udah menerima. Hari Jumat sempat kejang-kejang, kata dokter karena paru-parunya tidak mengembang, kemudian dipasang ventilator. Hari Minggu akhirnya meninggal," ujarnya menjelaskan.
Ia mengatakan seluruh biaya perawatan korban ditanggung perusahaan. Keluarga juga telah mengikuti proses mediasi terkait hak-hak korban bersama perusahaan dan pihak terkait.
"Biaya pengobatan ditanggung perusahaan semua. Kemarin sudah dimediasi sama itu. Nanti yang nanggung semua sampai santunan itu menurut undang-undang yang berlaku.," ucapnya.
Soehib mengaku keluarganya tidak lagi memiliki tuntutan tambahan kepada perusahaan setelah proses mediasi selesai. Baginya, kehilangan saudara kembar merupakan duka yang tidak dapat digantikan dengan materi apa pun.
"Sudah. Sudah diterima sudah meninggal. Mau dikasih uang berapa ya enggak mungkin bisa hidup," katanya.
Di tengah duka yang dialami keluarga, Soehib berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia meminta perusahaan terus memperkuat penerapan aspek keselamatan kerja demi melindungi seluruh pekerja.
"Mungkin soal keselamatannya harus diperbaiki saja. Safety-nya yang lebih penting," ujarnya. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....