Sisa 37 Bidang TKD, BBWSBS Kebut Lahan Irigasi Bendungan Jlantah
- 15 Jul 2026 16:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Proses pembangunan fisik Bendungan Jlantah di kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar telah rampung sepenuhnya. Meski demikian, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengungkapkan masih terdapat sisa pembebasan lahan yang harus diselesaikan, terutama untuk pembangunan jaringan saluran pembawa air irigasi ke lahan pertanian masyarakat.
Kepala BBWSBS, Gatot Bayuaji mengatakan, pembebasan lahan yang tersisa kini hanya menyisakan tanah milik masyarakat dan sebagian besar tanah kas desa (TKD). Untuk lahan milik warga, proses ganti rugi dipastikan hampir rampung karena seluruh berkasnya telah diajukan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
"Pembebasan lahan ini yang untuk bendungan kan masih ada sisa ya, sisa terkait TKD tanah tapi ini ada selahnya dengan pemerintah daerah bukan dengan warga. Warga hanya tinggal satu, tapi sudah kita ajukan ke LMAN yang sekitar 200-an meter persegi. Kita masih menyisihkan 37 bidang," ujar Kepala BBWSBS, Gatot Bayuaji, Rabu 15 Juli 2026.
Gatot menjelaskan dari total 37 bidang tanah yang tersisa tersebut, sebagian besar merupakan tanah kas desa (TKD) yang pengurusannya melibatkan pemerintah daerah. Saat ini, sebanyak 22 bidang tanah di antaranya masih berada dalam tahap musyawarah pertama, sedangkan sisanya sudah masuk dalam proses penyelesaian dokumen.
"Kategori yang sudah berproses, kategorinya satu masih musyawarah tingkat satu atau musyawarah tahap satu. Itu ada 22 kalau enggak salah ya, yang sisanya itu yang sudah berproses," ucapnya.
Sembari menyelesaikan pembebasan lahan untuk saluran pembawa, lanjut Gatot, BBWSBS juga tengah berfokus mengejar target penyediaan air irigasi yang menjadi amanah langsung dari pemerintah pusat.
"Dari total target luasan layanan irigasi sebesar 1.494 hektar, saat ini baru sekitar 806 hektar lahan pertanian yang sudah bisa merasakan manfaat langsung dari air bendungan," katanya.
Untuk memaksimalkan sisa luasan potensial sebesar 688 hektar, BBWSBS kini menggandeng Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Program kolaborasi ini nantinya akan difokuskan untuk mencetak sawah baru dan membangun tambahan jaringan irigasi di area seluas 230 hektar yang mencakup wilayah Kecamatan Jumapolo dan Jatiyoso.
"Sesuai arahan, kami diminta untuk segera memberikan realisasi penyampaian air sampai ke petani. Berarti kita harus menyelesaikan yang 230 hektar tadi. Jadi kita akan fokus dulu ke pertanian. Makanya saya koordinasi tadi dengan Pak Sekda, dengan Bappeda, dengan PU untuk mendorong mereka ke Inpres, kemudian kita akan membikin jaringan pembawanya," ujar Gatot.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....