Buka Akses Dua Desa, TMMD di Pandeglang Libatkan 150 Personel
- 15 Jul 2026 15:32 WIB
- Banten
Poin Utama
- TMMD ke-129 resmi dibuka di Lapangan Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang pada 15 Juli 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari kedepan.
- Sasaran utama pembangunan fisik mencakup pembukaan jalan 1.160 meter, pengerasan jalan 900 meter, pembangunan dua unit gorong-gorong, tembok penahan tanah 25 meter, rehabilitasi lima unit musala dan lima unit sumur bor beserta MCK.
- Program ini melibatkan 150 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah lokal yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, pemberdayaan masyarakat, dan memperkuat ketahanan wilayah di Pandeglang.
RRI.CO.ID, Pandeglang – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai bergulir. Hal ini ditandai dengan pembukaan TMMD ke-129 di Lapangan Kecamatan Patia, Rabu, 15 Juli 2026.
Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", program ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat selama 30 hari ke depan.
Salah satu sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan akses jalan yang menghubungkan Desa Pasirgadung dan Desa Simpang Tiga di Kecamatan Patia. Selama ini kedua desa itu sulit terjangkau, dan jalan baru ini diharapkan bisa mendongkrak roda ekonomi warga sekitar.
Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga mengatakan, TMMD merupakan bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.
"Kami berharap melalui TMMD ini, hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat. Selain membangun infrastruktur, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesadaran bela negara, serta memperkuat ketahanan wilayah menghadapi berbagai tantangan," katanya.
Afri menjelaskan, sasaran fisik TMMD ke-129 meliputi pembukaan badan jalan sepanjang 1.160 meter dengan lebar enam meter, pengerasan jalan sepanjang 900 meter dengan lebar empat meter, pembangunan dua unit gorong-gorong, serta pembangunan tembok penahan tanah sepanjang 25 meter.
Selain itu, TMMD juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan sosial berupa pembangunan dan rehabilitasi lima unit musala, pembangunan lima unit sumur bor beserta MCK, pembersihan lingkungan, serta program ketahanan pangan seluas satu hektare.
Sebanyak 150 personel gabungan diterjunkan dalam pelaksanaan TMMD yang berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Sementara Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menilai, TMMD menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah.
"Melalui TMMD ini, kita ingin memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong untuk membangun desa. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat persatuan dalam membangun Kabupaten Pandeglang," kata Dewi.
Menurutnya, pembangunan melalui TMMD tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Berbagai persoalan seperti stunting atau tengkes, keterbatasan air bersih, sanitasi, rumah tidak layak huni, hingga kemiskinan membutuhkan penyelesaian secara bersama-sama. Menurutnya, pembangunan jalan yang menjadi sasaran TMMD akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
"Jalan yang dibangun melalui TMMD ini bukan hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga membuka akses ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendorong pertumbuhan UMKM, menarik investasi, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....