TNI Bangun Jalan Beton 18 Kilometer di Pandeglang

  • 20 Apr 2026 17:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Komando Distrik Militer (Kodim) 0601/Pandeglang melaksanakan proyek betonisasi jalan sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan Desa Padali hingga Desa Rancapinang di wilayah selatan Pandeglang. Proyek ambisius dengan lebar badan jalan 5,5 meter ini merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI yang merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pengerjaan jalan lintas desa tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi baru guna memutus rantai isolasi wilayah serta mempercepat mobilisasi ekonomi masyarakat pedesaan yang selama ini terkendala infrastruktur rusak.

Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, menjelaskan pembangunan ini melibatkan kolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang, termasuk dukungan alat berat dan fasilitas pendukung lainnya. Menurutnya proses pengerjaan telah dimulai sejak 1 April 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 1 Agustus mendatang. Selain betonisasi, Ia mengatakan proyek ini dilengkapi dengan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta drainase di sepanjang sisi jalan guna menjaga ketahanan infrastruktur dari gerusan air.

"Ini program langsung Bapak Presiden Prabowo, kita bangun jalan betonisasi 18 kilometer dengan lebar 5,5 meter dilengkapi drainase. Harapan kita ekonomi rakyat berkembang pesat seiring kemudahan mobilisasi pertanian dan sekolah," ujarnya, Senin 20 April 2026.

Ritonga mencatat perbaikan infrastruktur ini berdampak langsung pada enam desa utama, yakni Desa Padasuka, Mangkualam, Keramatjaya, Tugu, Cibadak, dan Rancapinang. Beberapa desa lain seperti Batu Hideung dan Cekok juga disebutnya akan merasakan manfaat signifikan karena jalan ini menjadi satu-satunya akses keluar masuk wilayah mereka.

Menurut Ritonga pemilihan jalur Padali-Rancapinang ini disebabkan kondisi jalan yang rusak parah dalam waktu yang sangat lama tanpa tersentuh perbaikan permanen. Ia mengatakan masyarakat harus berjuang melewati medan berbatu yang menyerupai aliran sungai kering, terutama saat musim penghujan tiba. Kerusakan jalan tersebut sering kali menghambat aktivitas harian, mulai dari anak-anak yang pergi sekolah hingga petani yang ingin mendistribusikan hasil bumi ke pusat pasar.

Salah Desa Keramatjaya, Juna mengungkapkan rasa bahagianya atas perubahan signifikan yang kini mulai terlihat di depan rumahnya. Baginya, kehadiran alat berat dan perbaikan jalan dengan betonisasi merupakan penantian panjang warga yang mendambakan jalan halus dan layak.

"Dulu jalannya jelek sekali, seperti aliran sungai karena banyak batu-batu besar. Sekarang sudah senang dan bahagia ada perbaikan, terima kasih Bapak TNI dan Bapak Presiden," kata Juna.

Ia mengaku kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan dengan batu-batu besar yang memenuhi badan jalan sehingga sangat menyulitkan kendaraan untuk melintas. Juna mengaku sangat senang dan bersyukur karena penantian panjang masyarakat akan jalan yang mulus akhirnya terjawab melalui kehadiran TNI di wilayah mereka. Ia pun merasa progres pembangunan yang dilakukan sejak awal bulan ini membawa perubahan baginya dan warga lain yang selama ini seolah terabaikan dari sisi pembangunan infrastruktur jalan raya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....