TNI dan Warga Bangun Jembatan Armco di Cimanuk

  • 07 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Komando Distrik Mliter (Kodim) 0601 Pandeglang bersama elemen masyarakat bersinergi memulai proyek perbaikan infrastruktur penghubung antar-wilayah di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Pembangunan fasilitas penyeberangan permanen ini ditujukan untuk memulihkan akses mobilitas publik yang sempat terhambat akibat kerusakan struktur bangunan lama.

Koordinator Pelaksanaan Pembangunan Jembatan, Serma Deden Wahyudin menjelaskan, infrastruktur sepanjang lima meter ini berfungsi vital menyambungkan Desa Gunungdatar dengan Desa Gunungcupu hingga akses menuju Kecamatan Mekarjaya. Ia menyebut pihak TNI menurunkan dua personel Koramil dan tiga prajurit Yonif 320 Badak Putih untuk mengawal pengerjaan bersama sepuluh orang perwakilan warga. Proyek penggantian jembatan darurat menjadi struktur Armco permanen ini ditargetkannya rampung dalam waktu kurun satu bulan kalender.

"Pembangunan jembatan ini sangat berpengaruh ke roda ekonomi, terus ke pelayanan masyarakat pada umumnya. Ini akan dibangun kurang lebih satu bulan laksananya, menggantikan batang kelapa menjadi permanen," ujar Deden, Minggu, 7 Mei 2026.

Menurut Deden kondisi prasarana transportasi tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan karena sempat mengalami jebol. Warga setempat sebelumnya berinisiatif melakukan swadaya dengan memasang batang pohon kelapa dan pelat besi sebagai landasan lintasan sementara.

Faktor usia bangunan dan erosi tanah disinyalirnya menjadi penyebab utama rapuhnya ketahanan jembatan terdahulu. Kerusakan tiang penyangga jembatan lama pun disebutnya kerap memicu penyempitan lahar sungai hingga berdampak pada sedimentasi dan longsor tebing. Efek domino dari hambatan arus air tersebut sering kali memicu luapan banjir ke area pemukiman di sekitarnya saat hujan deras.

Seorang warga Kampung Lebak, Nurhaedi membenarkan, jembatan permanen terdahulu telah hancur tergerus banjir dan tanah longsor beberapa tahun lalu. Dirinya kini bersama warga lainnya secara sukarela ikut terjun langsung membantu para prajurit melakukan pembersihan area dan perakitan material. Kontribusi aktif ini didasarinya atas kesadaran komunal demi mewujudkan kebaikan dan keselamatan bersama seluruh pengguna jalan.

"Dulu jembatan permanen, tapi karena tergerus banjir rusak, longsor, lalu diganti pohon kelapa dan pelat bordes. Karena saya warga sini, untuk kebaikan warga sini juga ya kita ikut bersama membantu," kata Nurhaedi.

Apresiasi tinggi juga datang dari warga lainnya, Mubin, yang merasakan langsung dampak buruk dari ketidaklayakan sarana penyeberangan kampung terdahulu. Kehadiran program pembangunan ini dinilainya menjadi jawaban konkret atas aspirasi panjang masyarakat lereng pedesaan yang mendambakan jalan mantap. Warga berharap seluruh tahapan perakitan hingga penyelesaian akhir dapat berjalan lancar tanpa hambatan cuaca ekstrem.

"Jembatan di sini dulu memang kurang layak, ini cepat rusak, bangun rusak. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden dan TNI Angkatan Darat yang melaksanakan pembangunan jalan kampung kami," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....