Halo RRI, DPU Banyumas Pastikan Kerusakan Jalan Baturraden Timur Akan Diperbaiki
- 15 Jul 2026 15:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Keluhan warga terkait kondisi Jalan Raya Baturraden Timur yang mulai mengalami kerusakan meski baru selesai diperbaiki disampaikan dalam program Halo RRI. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas memastikan kerusakan yang muncul akan menjadi perhatian dalam masa pemeliharaan proyek.
Keluhan tersebut disampaikan Wibowo, warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dalam siaran Halo RRI. Ia mengapresiasi perbaikan Jalan Raya Baturraden Timur yang dinilai membuat akses masyarakat lebih nyaman. Namun, ia menyoroti kualitas jalan yang menurutnya mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Alhamdulillah Jalan Raya Baturraden Timur sudah diperbaiki, kami merasa senang dan nyaman sekali aksesnya tambah baik. Namun ada yang dikeluhkan yaitu terkait kualitas jalannya bagaimana, ini jalan baru tapi gampang rusak, area dari mulai Pasar Kemukusan sampai Pasar Sikapat dekat Puskesmas Sumbang 2 itu aspalnya pada mengelupas. Sudah banyak titik yang ditambal-tambal, sekarang banyak juga yang rusak belum diperbaiki. Ini gimana tindak lanjut nya, gimana pengawasan saat perbaikan jalan dan pemeliharaannya? Jalan baru gampang rusak ini sangat disayangkan banget,” ujar Wibowo.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Jalan dan Drainase DPU Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga setiap kerusakan yang muncul masih menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan.
“Prinsipnya, itu masih dalam masa pemeliharaan. Jadi yang sekarang itu namanya serah terima pertama atau PHO. Nantinya ada masa pemeliharaan selama 1 tahun yang nantinya perkiraan kami itu selesai sekitar bulan November. Sebelum serah terima akhir, kontraktor pelaksana berkewajiban memperbaiki jalan yang ada saat ini," kata Rusli.
Ia mengatakan laporan masyarakat terkait kerusakan jalan akan diteruskan kepada pihak terkait agar menjadi perhatian dalam proses pemeliharaan. Menurutnya, titik-titik kerusakan yang dilaporkan warga akan menjadi bahan evaluasi sebelum dilakukan serah terima akhir kepada pemerintah daerah.
Menurut Rusli, kerusakan jalan dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi drainase dan kendaraan bermuatan berlebih. Ia menjelaskan, jalan kabupaten umumnya dirancang untuk menahan beban kendaraan hingga delapan ton. Namun, di lapangan masih ditemukan kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas sehingga mempercepat penurunan kualitas jalan.
"Kerusakan jalan ini memang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, faktor drainase yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan sehingga dapat menyebabkan lapisan aspal mengelupas. Kedua, terkait muatan kendaraan yang melintas. Jalan kabupaten dirancang untuk kapasitas kendaraan dengan muatan sekitar delapan ton, namun masih ada kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas. Akibatnya, kekuatan jalan berkurang dan umur layanannya yang dirancang bisa mencapai lima hingga sepuluh tahun menjadi lebih pendek," ujar Rusli.
Pihak DPU Banyumas menegaskan akan terus mengawal proses pemeliharaan ini secara ketat. Kerusakan yang dilaporkan warga akan menjadi perhatian dalam proses pemeliharaan yang masih berlangsung. Sebelum serah terima akhir dilakukan, kontraktor pelaksana berkewajiban memperbaiki titik-titik kerusakan agar kondisi jalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. (Sofia Almas Meylani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....