PMAAS Perdana Dimulai di Dasuk

  • 15 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memulai gerakan tanam perdana dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAS) di Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan adopsi teknologi pertanian modern di kalangan petani.

Gerakan tanam perdana diikuti penyuluh pertanian bersama perwakilan ketua kelompok tani se-Kecamatan Dasuk. Selain praktik tanam, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai standar operasional prosedur (SOP) penerapan PMAS, mulai dari perlakuan benih hingga teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar petani memahami secara langsung penerapan metode PMAAS di lapangan.

"Jadi hari ini hari Rabu, kita melaksanakan gerakan tanam perdana metode PMAS di Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk. Pada saat tanam perdana ini, kami bersama penyuluh dan juga perwakilan ketua-ketua kelompok tani yang ada di Kecamatan Dasuk menyaksikan secara langsung bagaimana caranya metode PMAS," kata Dewo Ringgih.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut petani tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai SOP budidaya agar mampu menerapkan metode PMAAS sesuai ketentuan.

"Pada saat melakukan tanam perdana, juga kami jelaskan SOP terkait PMAS. Jadi mulai perlakuan benih, pengendalian rumput, dan juga terkait pengendalian hama yang lain, termasuk juga hama burung. Apa yang menjadi tantangan-tantangan dalam metode PMAS ini juga kami sampaikan ke beberapa kelompok tani yang hadir supaya petani bisa mengantisipasi," ujarnya.

Menurut Dewo, metode PMAAS masih tergolong baru sehingga membutuhkan penyesuaian berdasarkan karakteristik lahan di masing-masing wilayah. Karena itu, pendampingan penyuluh menjadi bagian penting agar petani mampu mengendalikan berbagai tantangan selama proses budidaya.

"Karena metode ini kan masih baru, sehingga butuh spesifik lokasi bagaimana cara mengendalikan tantangan yang dihadapi, termasuk rumput, pengendalian hama penyakit, dan juga pengendalian hama burung. Karena kita sekarang memasuki masa tanam ketiga, ini sangat riskan sekali adanya hama burung," ujarnya mengungkapkan.

Melalui gerakan tanam perdana tersebut, BPPSDMP Kementerian Pertanian berharap petani di Kabupaten Sumenep semakin siap menerapkan metode PMAAS sehingga produktivitas pertanian meningkat sekaligus mampu meminimalkan risiko serangan gulma maupun hama pada musim tanam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....