Pencarian Korban Kapal Batu Mandi Dihentikan, Keluarga Tabur Bunga

  • 15 Jul 2026 14:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan – Tim SAR Gabungan menghentikan proses pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu, korban yang dilaporkan jatuh dari Kapal Batu Mandi di perairan Selat Sunda pada 9 Juli lalu. Penghentian operasi dilakukan setelah pencarian berlangsung selama tujuh hari sesuai dengan prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

Di hari terakhir operasi, Tim SAR bersama keluarga korban menggelar prosesi tabur bunga di sekitar lokasi diduga jatuhnya korban. Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Tangis sang ibunda dan anggota keluarga pecah saat bunga ditaburkan ke laut sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada Zora.

Selama sepekan terakhir, Tim SAR Gabungan telah menyisir sejumlah titik pencarian, mulai dari kawasan pantai hingga pulau-pulau di sekitar perairan Selat Sunda. Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan korban, namun hingga operasi berakhir, Zora Panasea Martauli Ompusunggu belum berhasil ditemukan.

Dengan berat hati, keluarga menerima keputusan penghentian operasi pencarian. Meski demikian, mereka masih menyimpan harapan agar Zora dapat ditemukan suatu saat nanti, meskipun pencarian resmi oleh Tim SAR telah dihentikan.


Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan penghentian operasi dilakukan setelah seluruh tahapan pencarian sesuai standar telah dilaksanakan selama tujuh hari. Meski operasi resmi berakhir, pihaknya tetap membuka kemungkinan tindak lanjut apabila di kemudian hari terdapat informasi mengenai keberadaan korban.

Sementara itu, paman korban, S. Siregar, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama tujuh hari terakhir. Ia mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dan berharap keponakannya masih dapat ditemukan.

Prosesi tabur bunga berlangsung penuh emosi. Sang ibunda terus menangis sambil memanggil nama putrinya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi emosional keluarga, personel SAR memberikan pendampingan dan pengamanan dengan menenangkan serta menopang ibunda korban selama prosesi berlangsung.

Meski operasi pencarian resmi dihentikan, harapan keluarga dan Tim SAR agar korban segera ditemukan masih tetap ada. Tim SAR juga mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan Selat Sunda agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban, sehingga dapat segera ditindaklanjuti. (Teguh Sehnyo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....