Dua ABK KM Arof Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian

  • 15 Jun 2026 20:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Timur: Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) KM Arof yang hilang setelah kapal penangkap ikan tersebut tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur.

Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Senin 15 Juni 2026, upaya penyisiran yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Tarno (50), nahkoda kapal, dan Suarna (45), keduanya merupakan warga Cirebon, Jawa Barat.

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Sabtu 13 Juni 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu KM Arof yang membawa enam orang ABK berlayar menuju perairan Muara Kuala Penet untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Namun, saat berada di lokasi, kapal diterjang cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi hingga kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam.

Seluruh ABK berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Empat orang berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya dilaporkan hilang.

Informasi mengenai kecelakaan laut tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada Minggu 14 Juni 2026 malam. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Feriansyah, mengatakan pada hari kedua operasi pencarian, Tim SAR Gabungan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan cakupan wilayah lebih dari 20 nautical mile.

"Pada hari kedua pencarian, area operasi dibagi menjadi dua SRU untuk memperluas jangkauan penyisiran sesuai hasil perhitungan pergerakan arus dan kemungkinan lokasi korban," kata Feriansyah.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, pihak pemilik kapal, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Meski demikian, cuaca buruk menjadi kendala utama selama proses pencarian berlangsung. Hujan deras disertai gelombang laut setinggi 1 hingga 1,5 meter sempat memaksa tim menghentikan sementara operasi pada siang hari demi keselamatan personel dan peralatan SAR.

Pencarian kembali dilanjutkan pada sore hari dengan memperluas area penyisiran. Namun hingga total penyisiran mencapai sekitar 45 nautical mile, kedua korban masih belum ditemukan.

"Meski sempat dilanjutkan kembali pada sore hari, pencarian hingga total penyisiran sekitar 45 nautical mile masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban. Tim kemudian menghentikan sementara pencarian pada pukul 16.40 WIB dan melanjutkan pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian," ujar Feriansyah.

Tim SAR Gabungan dijadwalkan melanjutkan operasi pencarian pada Selasa (16/6/2026) pagi dengan memperluas area penyisiran berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan pergerakan arus di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Basarnas Lampung mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta memastikan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....