Pemkot Siapkan Branding Kota dan Layanan Shuttle di Bandara Husein

  • 15 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bandung menyiapkan layanan shuttle terintegrasi dengan keterlibatan mitra swasta untuk mendukung mobilitas penumpang di Bandara Husein Sastranegara.
  • Infrastruktur sipil bandara telah rampung dengan perbaikan jalan akses dan pengelolaan parkir profesional melalui kerja sama Lanud Husein dengan pengelola parkir khusus.
  • Pemerintah masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari maskapai dan izin Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk 10-11 destinasi termasuk tiga rute internasional.
  • Branding visual Kota Bandung di kawasan bandara menjadi prioritas untuk memberikan kesan pertama positif kepada wisatawan dan mendukung sektor pariwisata.

‎RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang kembali beroperasinya Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Selain penataan infrastruktur, Pemkot juga tengah menyiapkan desain branding Kota Bandung di kawasan bandara serta menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk menghadirkan layanan shuttle bagi para penumpang.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penyediaan layanan shuttle masih memerlukan kajian yang matang karena menyangkut berbagai aspek operasional. Oleh karena itu, Pemkot membuka peluang bagi mitra swasta untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan layanan transportasi tersebut.

‎"Shuttle itu kan banyak konsekuensinya. Mulai dari siapa operatornya, berapa banyak armadanya, daya tampungnya, sampai shuttle itu akan melayani rute ke mana saja. Nah, itu hal-hal yang perlu kita tawarkan kepada mitra-mitra swasta," ujar Farhan, Rabu 15 Juli 2026.

‎Menurut Farhan, selain menyiapkan sistem transportasi pendukung, Pemkot juga akan menghadirkan identitas visual atau branding Kota Bandung di area bandara sebagai bagian dari upaya memberikan kesan pertama yang baik bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan yang datang ke Kota Kembang.

‎Terkait perkembangan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Farhan menyebut saat ini pemerintah masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Pasalnya, seluruh rencana operasional masih bergantung pada proses perizinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

‎"Kalau Bandara Husein, update-nya kita masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Bagaimanapun juga mereka masih menunggu izin dari Dirjen. Kalau rencana sih banyak, ada sekitar 10 sampai 11 destinasi, termasuk tiga rute internasional. Kita mengikuti saja prosesnya," katanya.

‎Ia menjelaskan, dari sisi kesiapan infrastruktur, berbagai pekerjaan sipil telah rampung dilakukan. Jalan-jalan menuju bandara telah diperbaiki sehingga diharapkan mampu memberikan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat dan pengguna jasa penerbangan.

‎Selain itu, pengelolaan area parkir juga telah dipersiapkan melalui kerja sama antara Lanud Husein Sastranegara dengan pihak pengelola parkir profesional.

‎"Kalau secara pekerjaan sipil, jalan-jalan sudah diperbaiki, akses menuju bandara juga sudah siap. Kemudian untuk pengelolaan parkir, Lanud Husein sudah bekerja sama dengan pengelola parkir yang khusus menangani hal tersebut," ungkapnya.

‎Farhan menambahkan, saat ini Pemkot Bandung tinggal memastikan dua aspek utama yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yakni penyelesaian branding Kota Bandung di kawasan bandara serta penyediaan layanan shuttle yang terintegrasi agar mobilitas penumpang menuju berbagai titik di Kota Bandung dapat berjalan lancar.

‎" kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang sejak tiba di Bandara Husein Sastranegara, sekaligus mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung seiring kembali beroperasinya bandara tersebut," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....