Survei Cepat Komunitas Perkuat Upaya Pencegahan Campak di Nabire
- 15 Jul 2026 01:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Upaya pencegahan penyebaran campak di Kabupaten Nabire terus diperkuat melalui pelaksanaan Survei Cepat Komunitas (SCK) sebagai bagian dari penguatan program imunisasi. Metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi maupun yang imunisasinya belum lengkap sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Hal itu disampaikan dalam Refreshment Training Penguatan Imunisasi dan Surveilans yang diselenggarakan di Aula RRI Nabire pada 14–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti kepala puskesmas dan penanggung jawab program imunisasi dari 32 puskesmas di Kabupaten Nabire sebagai upaya meningkatkan kualitas surveilans dan cakupan imunisasi.
Kegiatan ini didanai melalui Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (United States Department of State/U.S. DoS) melalui kerja sama Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah.
Staff Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Oktaviana Manurung, mengungkapkan Survei Cepat Komunitas menjadi dasar dalam memvalidasi data imunisasi di lapangan sekaligus menentukan langkah tindak lanjut bagi anak-anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap.
"Sebagai contoh, ketika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak seperti di Bumi Wonorejo, maka akan dilakukan ORI atau pemberian imunisasi tambahan untuk imunisasi campak MR ini. Jadi sebelum kita melakukan ORI, kita harus melakukan dulu SCK. Jadi kita pastikan daerah yang melakukan ORI, itu sasarannya apakah benar-benar semuanya sudah mendapatkan imunisasi atau belum. Jadi SCK ini sangat penting dalam pengambilan keputusan juga," ujarnya saat ditemui di Aula RRI Nabire, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Oktaviana, SCK juga dapat mengidentifikasi berbagai hambatan yang menyebabkan anak belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hasil survei tersebut menjadi dasar dalam penyusunan strategi pelayanan serta pelaksanaan imunisasi kejar bagi anak yang belum terlindungi.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Imunisasi Puskesmas Bumi Wonorejo, Ernawati, mengatakan pelayanan imunisasi rutin di wilayah kerjanya berjalan baik. Namun, pihaknya menemukan tantangan berupa tingginya mobilitas penduduk sehingga status imunisasi sebagian anak pendatang tidak diketahui.
"Sebenarnya kalau untuk (imunisasi) campak kondisinya bagus, cuman kemarin bisa terjadi KLB, yang kita sudah telusur dari 20 rumah, itu dari pendatang dan baru berdomisili. Jadi yang awalnya dari bayi sampai 5 tahun tinggalnya di pedalaman, sekarang lagi turun karena anaknya sekolah (di sini). Nah sedangkan pas sekolah ternyata ada sakit, kemudian diperiksa ternyata positif ya untuk penyakit campaknya tadi. Jadi kita melakukan namanya ORI campak," jelasnya.
Melalui Survei Cepat Komunitas, tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih cepat menemukan anak yang belum mendapatkan imunisasi, memperkuat cakupan imunisasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk campak. Masyarakat juga diimbau untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal karena imunisasi dapat memberikan perlindungan kepada anak-anak agar tidak mengalami kesakitan akibat campak, polio, maupun penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....