SD Minim Siswa di Solo Manfaatkan BOSDA untuk Rebranding
- 14 Jul 2026 20:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta menjamin ketersediaan dukungan operasional bagi sejumlah Sekolah Dasar (SD) negeri yang minim menerima peserta didik baru.
Dukungan finansial pengganti dana pusat tersebut disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno memaparkan, sekolah dengan total jumlah murid di bawah 100 anak akan mendapat suntikan dana pendamping sekitar Rp750 ribu per siswa.
Kucuran dana ini difokuskan untuk membiayai aktivitas kreatif guna memulihkan daya tarik sekolah.
"Kemarin kan Pak Wali harapannya BOSDA itu untuk pendamping supaya bisa untuk me-rebranding atau menambah kegiatan supaya menarik minat untuk sekolah ke situ," ujar Dwi Ariyatno, Selasa, 14 Juli 2026.
Dampak positif dari ketersediaan dana pendamping ini turut dirasakan langsung oleh Kepala SDN Tegalayu, Sutanto.
Ia mengakui, sekolahnya yang hanya mendapat lima murid baru tahun ini tidak akan bisa bertahan jika murni mengandalkan BOS pusat senilai Rp900 ribu per anak.
Guna menyiasati kondisi kritis tersebut, Sutanto langsung memaksimalkan alokasi BOSDA SDN Tegalayu yang mencapai Rp63 juta per tahun.
Anggaran khusus ini dikelola secara cermat untuk membiayai tenaga pelatih ekstrakurikuler dari luar demi menciptakan identitas sekolah yang baru.
"Makanya saya berani mengambil banyak kegiatan ekstra itu karena ada BOSDA, kalau tidak ada kita jelas tidak berani. Meskipun untuk termin ini dananya belum cair, tapi kegiatannya sudah mulai kita laksanakan dan jalan," kata Sutanto.
Ia berharap dana BOSDA tersebut dapat segera dicairkan dalam waktu dekat agar program kesiswaan di tahun ajaran baru dapat berjalan lancar.
Optimalisasi ekstrakurikuler yang dibiayai pemerintah daerah ini diyakini efektif memikat kembali kepercayaan masyarakat di masa mendatang. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....