Kesehatan Hati Kunci Keimanan dan Ketenangan Hidup

  • 14 Jul 2026 19:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjaga kesehatan hati merupakan salah satu kunci utama dalam membentuk keimanan dan ketenangan hidup seorang muslim. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Hajaji, M.Pd.I., C.Ps. dalam program Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Ustaz Hajaji, tidak sedikit orang memiliki tubuh yang sehat dan senyum di wajah, tetapi hatinya justru terluka dan jauh dari ketenangan. Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan hanya kesehatan jasad, melainkan hati yang tetap hidup dengan iman.

“Padahal yang penting itu bukan cuma jasad,” ujar Ustaz Hajaji. “Tetapi bagaimana Allah menjaga kesehatan hati kita agar tetap hidup dengan iman.”

Ia menjelaskan bahwa setiap perbuatan manusia berawal dari hati. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, jika hati baik maka seluruh anggota tubuh akan menjadi baik, namun jika hati rusak maka perilaku seseorang juga akan ikut rusak.

Ustaz Hajaji mengatakan penyakit hati dapat dikenali melalui sejumlah tanda. Di antaranya tidak lagi merasa gelisah saat berbuat dosa, berat menerima nasihat, lebih mencintai dunia daripada akhirat, malas membaca Al-Qur'an, hingga gemar mencari kesalahan orang lain.

“Setiap maksiat yang tampak pada anggota badan, akarnya telah lebih dulu tumbuh di hati,” katanya. “Karena itu, setiap muslim perlu terus menjaga kebersihan hatinya.”

Ia mengingatkan agar hati yang sakit tidak dibiarkan hingga berubah menjadi qalbun mayyit atau hati yang mati. Menurutnya, hati yang mati tidak lagi peka terhadap dosa dan tidak merasa kehilangan ketika jauh dari Allah Swt.

“Inilah musibah terbesar sesungguhnya. Bukan soal kehilangan harta, tetapi ketika hati semakin jauh dari Allah,” ujarnya.

Ustaz Hajaji juga menyampaikan lima penawar hati atau tombo ati, yaitu membaca Al-Qur'an beserta maknanya, melaksanakan salat malam, berkumpul dengan orang-orang saleh, membiasakan berpuasa, dan memperbanyak zikir. Menurutnya, amalan-amalan tersebut menjadi jalan untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

“Hanya dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenteram,” ucapnya. “Amalkan lima penawar hati itu agar hati senantiasa hidup dan dipenuhi cahaya iman.”

Menutup sajian Hikmah Subuh, Ustaz Hajaji mengajak umat muslim untuk terus bermuhasabah dan mempersiapkan hati yang bersih sebagai bekal menghadap Allah Swt. Ia menegaskan bahwa keselamatan seseorang kelak tidak ditentukan oleh harta atau jabatan, melainkan oleh hati yang selamat (qalbun salim).

“Jagalah hati sebelum Allah mengambilnya,” ujarnya. “Karena yang akan menyelamatkan kita bukan harta atau jabatan, melainkan hati yang selamat atau qalbun salim.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....