Titik Panas Hari ini Terdeteksi Menurun, Damkar Kalsel Waspadai Bencana Karhutla

  • 14 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kalimantan Selatan mengungkapkan jumlah titik panas di Kalimantan Selatan mengalami penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, terdeteksi sebanyak 43 titik panas atau lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 60 titik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kalsel, Dany Matera Saputra melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Maulana Fatahillah saat di RRI Banjarmasin, Selasa 14 Juli 2026.

Maulana mengatakan penurunan jumlah titik panas menjadi perkembangan positif, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Menurutnya, potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi seiring kondisi cuaca yang kering.

“Hari ini terdeteksi 43 titik panas, turun dari kemarin yang mencapai 60 titik. Meski menurun, seluruh pihak tetap harus siaga karena potensi karhutla masih ada,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan. Hanya dua daerah yang hingga kini belum meningkatkan status siaga karhutla.

Menurut Maulana, kawasan yang paling diwaspadai berada di Ring 1 Bandara Bandara Syamsudin Noor. Sebab, asap yang diakibatkan karhutla di wilayah tersebut dapat berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan keselamatan transportasi udara.

“Wilayah yang paling kami waspadai adalah Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, karena jika muncul asap dapat mengganggu transportasi udara. Di Banjarbaru dan sekitarnya juga sudah terlihat asap karhutla setiap pagi,” katanya.

Dalam rangka mendukung penanganan di lapangan, Dinas Satpol PP dan Damkar Kalsel juga telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis. Saat ini telah dibentuk dua posko utama di Banjarbaru dan Banjarmasin yang ditempatkan sesuai penetapan BPBD Kalimantan Selatan.

Maulana menambahkan sekitar 40 personel disiagakan di kedua posko tersebut untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Ia berharap sinergi seluruh instansi dan masyarakat dapat menekan potensi kebakaran sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....