BMKG Temukan 7 Spot Titik Panas, Tiga di Tambora

  • 14 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - BMKG Bima, Nusa Tenggara Barat, merilis ada 7 spot titik panas di wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. BMKG Stasiun Meteorologi Bima, mengingatkan warga terutama petani, dalam melakukan pemberisahan lahan untuk persiapan tanam, untuk berhari-hati.

Musim kemarau yang sudah mulai melanda Kabupaten Dompu, berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Statmet BMKG Bima, M. Syaiful Anas, meminta petani dalam pembersihan lahan dengan cara dibakar, untuk melihat arah angin.

"Tradisi kita di Dompu itu, saat pembersihan lahan selalu di bakar. Angin yang kencang di musim kemarau, jika tidak dijaga, apinya akan merembet," katanya, Selasa, 14 Juli 2026.

Anas menjelaskan, di Kabupaten Dompu, pihaknya menemukan ada 7 spot titik panas yang tersebat di tiga kecamatan yakni Pekat, Kilo dan Pajo. Rata-rata, 7 spot titik panas ini, berada di wilayah yang berdekatan dengan hutan. Titik panas ini, jika terjadi pembakaran lahan tanpa pengawasan, apalagi dengan dorongan angin yang kencang, bisa merembet ke kawasan hutan.

Sementara itu, Balai Taman Nasional (BTN) Tambora, sudah mengatisipasinya jauh hari. Kawasan Gunung Tambora yang berada di Kecamatan Pekat, sangat berpotensi kebakaran hutan.

Kepala BTN Tambora, Abdul Azis Bakry mengatakan, selain menyiapkan perlengkapan pemadam kebakaran, juga sudah memiliki pasukan Masyarakat Peduli Api, yang dibentuk sejak Taman Nasional ini, resmi beroperasi pada tahun 2016.

"Selain sarpras yang sudah siap, kita juga optimalkan seluruh Resort untuk intens melakukan pengawasan," katanya.

Selain itu, BTN Tambora juga selalu berkoordinasi dan melakukan latihan bersama dengan TNI Polri, di dua wilayah yakni Bima dan Dompu. BTN Tambora, kata Deny Rahadi, kawasannya tersebar di dua wilayah yakni Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....