Bijak Bermedsos, Kunci Jaga Kesehatan Mental Remaja
- 14 Jul 2026 11:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Program siaran religi dan edukasi "Mutiara Pagi" kembali hadir membawa topik krusial mengenai kesehatan mental di kalangan generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Khairatunnisak, Penyuluh Agama Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kondisi fisik dan jiwa bagi remaja yang tengah berada dalam masa transisi menuju kedewasaan.
Kesehatan mental digambarkan sebagai kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang mengelola tekanan hidup, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi bagi lingkungan. Salah satu tantangan nyata yang jamak dihadapi remaja saat ini adalah gangguan kecemasan. “Rasa khawatir, takut, dan gelisah yang berlebihan serta sulit dikendalikan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan memicu penurunan prestasi belajar,” ucapnya, Senin, 13 Juli 2026.
Secara lebih rinci, gejala gangguan kecemasan pada remaja dapat diidentifikasi melalui tiga aspek utama, yaitu fisik, emosional, dan perilaku. Manifestasi fisik umumnya ditandai dengan jantung berdebar, sulit tidur, otot tegang, hingga gangguan pencernaan. Sementara dari sisi emosional dan perilaku, remaja cenderung menjadi mudah marah, kehilangan rasa percaya diri, sulit berkonsentrasi, hingga menarik diri dari lingkungan pergaulan sosialnya.
Di era digital, kehadiran platform media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, hingga YouTube memiliki andil besar terhadap dinamika psikologis remaja. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan dampak positif berupa perluasan jaringan pertemanan dan kemudahan berbagi informasi konten. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak dapat menjadi bumerang yang memicu kecemasan akibat paparan konten yang tidak sehat maupun tekanan sosial digital.
Meskipun penyampaian materi sempat mengalami kendala teknis akibat gangguan sinyal di akhir sesi, pesan edukasi yang disampaikan tetap menjadi pengingat penting. Para remaja dan orang tua diharapkan dapat lebih bijak dalam menyaring serta membatasi durasi penggunaan media sosial. Langkah preventif ini sangat diperlukan demi menjaga kesehatan jiwa generasi muda agar tetap produktif dan tumbuh dengan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....