Kesuksesan Abadi dalam Islam

  • 14 Jul 2026 07:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kesuksesan dalam Islam tidak diukur dari kekayaan, jabatan, maupun popularitas. Kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika seorang muslim dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah SWT. Hal itu disampaikan Dai Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya, Ustaz Ade Cucu Sulaemi dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Surabaya, Selasa 14 Juli 2026.

Ustaz Ade mengatakan, pandangan tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 185 yang mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Dalam ayat itu juga ditegaskan bahwa orang yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga merupakan orang yang benar-benar beruntung, sedangkan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang bersifat sementara.

"Barang siapa dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka, maka itulah yang dikatakan sukses. Kesuksesan yang abadi bagi seorang muslim adalah ketika dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Sementara kebahagiaan kita di dunia ini hanyalah semu," ujarnya.

Menurut Ustaz Ade, ayat tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak menjadikan keberhasilan dunia sebagai tujuan utama. Kebahagiaan, kemenangan, dan kenikmatan yang hakiki berada di akhirat sehingga setiap muslim perlu menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan persiapan menuju kehidupan setelah kematian.

"Ayat ini mengajak kita merenung. Kebahagiaan, kemenangan, dan semua yang baik serta menyenangkan itu ada di akhirat. Karena itu, kita harus menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam menjalani hidup," katanya.

Ia menambahkan, kebahagiaan tidak selalu identik dengan kekayaan maupun jabatan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan selama menjadikan ridha Allah SWT sebagai tujuan hidup.

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, Ustad Ade mengutip firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 20 yang menyebutkan tiga pilar menuju kemenangan, yakni iman, hijrah, dan jihad. "Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan-Nya dengan harta maupun jiwa akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah. Ada tiga pilar kesuksesan itu, yaitu iman, hijrah, dan jihad," ujarnya.

Menurutnya, iman menjadi fondasi utama kehidupan seorang muslim. Hijrah merupakan upaya memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih baik, sedangkan jihad dimaknai sebagai kesungguhan menjalankan perintah Allah SWT serta memberikan yang terbaik melalui harta, tenaga, waktu, dan kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, Ustad Ade mengajak umat Islam membiasakan diri bersyukur atas setiap nikmat yang diterima. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya menghadirkan ketenangan hati, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan dan kebahagiaan.

"Orang yang pandai bersyukur, insyaallah akan bertambah sehat dan bertambah bahagia. Mari kita ekspresikan rasa syukur itu dengan mengucapkan Alhamdulillah," tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu pun baik baginya. Dan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin." (HR. Muslim No. 2999).

Menutup tausiyahnya, Ustad Ade mengingatkan agar umat Islam tidak hanya mengejar kebahagiaan yang bersifat sementara, tetapi menjadikan surga sebagai tujuan akhir kehidupan dengan memperkuat iman, terus berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, bersungguh-sungguh dalam kebaikan, dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....