Puluhan Mahasiswa UINSA Tuntut Penurunan Plt Rektor

  • 15 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN) Surabaya menggelar aksi penyampaian aspirasi secara damai pada Rabu, 15 Juli 2026. Aksi digelar di depan pintu gerbang UIN Sunan Ampel Surabaya, lengkap dengan atribut demonstrasi.

Aksi dimulai pukul 14.00 WIB, diawali dengan long march dari kawasan Jatim Expo-Frontage Ahmad Yani menuju gerbang utama Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui aksi tersebut, peserta menyampaikan petisi yang berisi harapan agar proses transisi kepemimpinan UINSA menjadi momentum pembaruan tata kelola universitas.

Koordinator Aksi Ale Fadlurrahman saat diwawancarai awak media menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya mendorong hadirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa UINSA ke arah yang lebih baik serta mengganti rektor plt yang ada dan melantik rektor baru sesuai mekanisme yang ada.

“Aspirasi ini lahir dari kepedulian terhadap masa depan kampus. Kami berharap seluruh proses berjalan damai, tertib, serta menghormati aturan yang berlaku. Tujuan kami adalah mendorong lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa UINSA semakin maju,” ujar Ale.

Selain itu peserta aksi juga berharap proses pergantian kepemimpinan berlangsung secara transparan, sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan kemajuan institusi. Pihaknya juga berharap Kementerian Agama mencabut PMA No 4 Tahun 2024 yang dinilai sarat dengan kepentingan elit politik.

“Yang kedua, cabut PMA nomor 4 tahun 2024 yang syarat akan kepentingan elit politik dan mencederai independensi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kemudian kami juga menuntut untuk dilakukan pencabutan SK Plt. Rektor yang bertentangan dengan PMA Nomor 17 Tahun 2021,” ucapnya.

Aksi tersebut diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi secara konstitusional sekaligus memperkuat tradisi demokrasi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, menghormati aparat keamanan yang bertugas, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tetap mengedepankan dialog sebagai bagian dari budaya akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....