Deman Babi Afrika di Sulbar, Lokasi Diisolasi dan Babi Sakit Diobati Intensif
- 14 Jul 2026 07:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Sulawesi Barat menerapkan langkah isolasi, penyemprotan disinfektan, dan pengobatan antibiotik serta vitamin untuk menangani ternak babi yang sakit akibat African Swine Fever (ASF) di Mamasa dan Polewali Mandar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan seluruh lokasi peternakan babi yang dicurigai terjangkit ASF harus terlebih dahulu diisolasi sebelum dilakukan tindakan lain.
“Kalau tindakan-tindakan kan memang seharusnya ternak yang sudah dicurigai atau lokasi yang sudah dicurigai terjangkit ASF itu harus diisolasi dulu,” kata Nur Kadar di kantornya, Senin, 13 Juni 2026.
Setelah diisolasi, petugas melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di kandang babi dan lingkungan sekitar, disertai pengobatan menggunakan antibiotik dan vitamin untuk memperbaiki kondisi tubuh ternak.
“Kita lakukan penyemprotan disinfektan, kita lakukan pengobatan melalui antibiotik atau vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuhnya,” ujarnya, menekankan pentingnya langkah terpadu agar penyebaran ASF tidak keluar dari lokasi terjangkit.
Nur Kadar menambahkan, daya jangkit ASF pada babi sangat tinggi sehingga penyebaran di satu lokasi bisa berlangsung cepat, dan karena itu upaya isolasi, disinfeksi, serta pengobatan terus dipantau bersama tim provinsi dan kabupaten.
Ia mengimbau peternak babi di wilayah lain yang belum terjangkit agar segera melapor ke petugas kesehatan hewan jika muncul kasus ternak sakit atau mati, supaya langkah teknis penanganan dapat cepat dilakukan dan penyakit tidak menyebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....