Paskibraka Buol Digembleng Mental lewat Pendekatan Personal
- 15 Jul 2026 14:10 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL — Kesiapan mental menjadi pilar utama dalam proses penggemblengan para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Buol menjelang penugasan besar pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus mendatang. Selain menempa fisik, tim pelatih di Tanah Pogogul kini menitikberatkan perhatian pada penguatan psikologis guna memastikan stabilitas performa para peserta di lapangan.
Komandan Pelatih Paskibraka Kabupaten Buol, Asham, mengungkapkan bahwa saat ini kesiapan mental para calon Paskibraka diperkirakan telah mencapai angka 85 persen. Menurutnya, aspek mental memegang peranan krusial karena fondasi fisik yang kuat sekalipun tidak akan berfungsi optimal jika tidak didukung oleh psikologis yang kokoh sejak awal masa karantina dan pelatihan.
“Sejauh ini kesiapan mental ini sudah bisa dibilang 85 persen, karena memang pembentukan mental ini yang paling utama kita bentuk. Sekalipun mereka dalam posisi siap semua, tapi kalau mental tidak terbentuk dari awal, ini bisa dibilang belum siap. Karena sewaktu-waktu kalau mental mereka goyang, (performa) bisa terganggu,” ujar Asham saat ditemui di lokasi latihan, Senin 13 Juli 2026.
Strategi Pembagian Porsi Latihan dan Kedisiplinan Guna mengoptimalkan proses pembinaan di lapangan, Asham bersama rekan-rekan tim pelatih telah membagi tugas dan tanggung jawab secara spesifik berdasarkan porsi masing-masing. Langkah penegakan kedisiplinan tetap dijalankan dengan batasan-batasan tegas yang dipahami bersama oleh para peserta. Jika terjadi kekeliruan atau pelanggaran minor selama latihan, sanksi yang diberikan tetap terukur dan bersifat edukatif untuk penguatan fisik, seperti gerakan push-up atau sit-up.
Melalui pendekatan ini, para calon Paskibraka perwakilan berbagai SMA/SMK/MA se-Kabupaten Buol tersebut diharapkan dapat menerima evaluasi secara positif dan menjadikannya sebagai catatan penting agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sanksi fisik tersebut murni ditujukan sebagai bentuk perhatian, bukan hukuman yang menjatuhkan psikologis peserta.
Pendekatan Personal dan Pemahaman Karakter Siswa Berbeda dengan metode tahun-tahun sebelumnya, tantangan terbesar yang dihadapi tim pelatih saat ini adalah dinamika perbedaan karakter dari setiap individu peserta. Asham menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki latar belakang sosial dan psikologis yang unik, sehingga pendekatan yang dilakukan pun tidak dapat disamaratakan.
Pada periode kali ini, tim pelatih secara aktif mempelajari pola karakter dan kondisi keluarga masing-masing anak. Pendekatan personal dilakukan secara mendalam, terutama bagi peserta yang menghadapi situasi emosional tertentu, seperti anak yang yatim, piatu, atau memiliki dinamika masalah keluarga di rumah.
“Pola yang kita lakukan sebenarnya sama, cuma memang yang berbeda ini pola mempelajari karakter peserta. Beda dengan tahun lalu, tahun ini pelatih harus lebih mempelajari itu. Kadang anak-anak ini memiliki masalah keluarga, bahkan ada yang orang tuanya sudah meninggal. Kita harus menyesuaikan dengan itu juga supaya kejiwaannya tidak terganggu. Di sini mereka kita rangkul agar bisa bergabung, happy, dan mengikuti pelatihan Paskibraka dengan baik,” jelas Asham menambahkan.
Sinergi Tim Medis dan Harapan Menuju 17 Agustus Menghadapi sisa waktu yang ada, tim pelatih menargetkan adanya peningkatan progresif (prospect upward) dalam setiap tahapan latihan agar hasil yang dicapai dapat lebih maksimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mendukung target tersebut, aspek kesehatan para peserta juga dikawal secara ketat dan melekat di lapangan.
Sinergi yang solid dibangun bersama dengan tim kesehatan daerah yang terdiri atas dokter dan perawat yang bersiaga penuh (standby) di lokasi latihan. Kehadiran tim medis ini memastikan kondisi fisik dan stamina anak-anak tetap terkontrol dengan baik di tengah cuaca Buol dan tekanan latihan yang tinggi.
Asham berharap seluruh calon Paskibraka senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan tanpa kendala berarti hingga hari H penugasan. Sinergi yang kuat antara jajaran pelatih, tim medis, dan panitia Kesbangpol Kabupaten Buol diharapkan menjadi kunci utama suksesnya pengibaran bendera pusaka di halaman Kantor Bupati Buol pada 17 Agustus mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....