Banjir di Belayan, Petugas Gabungan Evakuasi Dua Lansia
- 14 Jul 2026 08:55 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dua warga lansia dievakuasi petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau dan TNI pada Senin (13/7/2026) pukul 08.30 WITA akibat banjir di Desa Belayan.
- Evakuasi dilakukan karena lokasi tempat tinggal kedua lansia merupakan titik dengan genangan air terdalam dan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar mereka selama banjir berlangsung.
- Banjir di Desa Belayan disebabkan oleh intensitas hujan tinggi pada dini hari sekitar pukul 03.00 yang menyebabkan Sungai Semendurut dan Sungai Sembuak meluap dan bertemu dengan pasang air laut.
RRI.CO.ID, Malinau - Dua warga lanjut usia (lansia) dievakuasi petugas gabungan akibat banjir di Desa Belayan, Senin (13/7/2026). Evakuasi dilakukan tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau bersama personel TNI sekitar pukul 08.30 WITA.
Lokasi tempat tinggal kedua lansia tersebut merupakan salah satu titik dengan genangan air terdalam di Desa Belayan. Kondisi ini membuat keduanya lebih berisiko jika tidak segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Selain pertimbangan keselamatan, evakuasi juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar kedua lansia tetap terpenuhi selama banjir berlangsung. Hal ini termasuk akses terhadap logistik, air bersih, dan kebutuhan lain yang mungkin sulit dijangkau apabila mereka tetap bertahan di lokasi terdampak.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie, mengatakan evakuasi berlasung saat peninjauan lapangan bersama rombongan Bupati Malinau, untuk memastikan penanganan cepat wilayah yang terdampak kenaikan debit air.
"Kami bersama rombongan Bupati meninjau langsung meninjau kondisi permukiman warga dan akses jalan, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dan memang kondisi keduanya perlu evakuasi," ujar Rury.
Ia menyebut, hasil peninjauan menunjukkan sejumlah rumah warga masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi. Dalam kondisi tersebut, dua warga lansia beserta barang-barang penting milik mereka dievakuasi menuju lokasi yang lebih aman.
"Proses evakuasi berlangsung dengan aman dan lancar. Kita sebelumnya sudah mempersiapkan personel dari sektor induk serta unit rescue guna mendukung kegiatan peninjauan dan evakuasi," katanya.
Ia turut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air susulan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau disebut tetap bersiaga serta terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air," ujar Rury.
Sementara itu, Bupati Malinau Wempi W Mawa yang dikonfirmasi terpisah dalam peninjauan tersebut mengatakan, banjir di Belayan disebabkan luapan air di beberapa titik sungai akibat intensitas hujan tinggi pada dini hari yang bertemu air laut pasang.
"Intensitas hujan tinggi pada subuh tadi sekitar jam 3, jam 4 sehingga Sungai Semendurut, Sungai Sembuak meluap dan bertemu pasang air laut, menyebabkan banjir di Desa Belayan ini," ungkap Wempi.
Wempi menyebut, tinjauan ini dilakukan segera setelah pihaknya menerima informasi dari Camat setempat untuk memastikan penanganan cepat terhadap warga terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....