Stok Logistik Terpusat, Penanganan Bencana Malinau Lebih Siap

  • 29 Jan 2026 14:49 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Penanganan bencana di Kabupaten Malinau kini dinilai lebih siap seiring tersedianya gudang logistik kebencanaan yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan bantuan darurat. Keberadaan gudang ini memungkinkan stok logistik tersedia lebih cepat saat bencana terjadi.

Gudang logistik kebencanaan tersebut memanfaatkan bangunan di samping eks kantor Dinas Pekerjaan Umum yang terletak di Jalan Raja Pandita. Aset Pemerintah Kabupaten Malinau yang telah beberapa kali berganti fungsi tersebut kini dialihkan untuk mendukung kebutuhan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Sosial (DP3AS) Kabupaten Malinau, Lawing Liban, mengatakan selama ini ketiadaan gudang logistik menjadi kendala utama dalam penanganan bencana di daerah.

“Gudang logistik penanggulangan bencana ini penting agar kita bisa menyetok bantuan. Ketika terjadi bencana, logistik tinggal disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Lawing, Kamis (29/1/2026) di kantor DP3AS.

Gedung tersebut kini dikelola DP3AS untuk dimanfaatkan sebagai gudang logistik kebencanaan, dengan harapan Malinau lebih siap untuk respons cepat setiap insiden bencana. “Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang, seperti kejadian banjir besar yang terakhir itu, malam-malam tembus pagi kita ambil bantuan ke Tanjung Selor,” kenangnya.

Logistik kebencanaan umumnya berasal dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara untuk kebutuhan tahunan. Bantuan tersebut meliputi sandang-pangan dan perlengkapan dasar lainnya.

Dengan adanya gudang logistik yang terpusat, penyaluran bantuan diharapkan bisa dilakukan segera setelah asesmen korban dilakukan. Langkah ini dinilai mampu mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Malinau, Ferdian, menilai keberadaan gudang ini menjadi titik balik dalam memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan daerah.

“Selama ini kami tidak bisa menyetok banyak logistik karena fasilitas gudang tidak layak. Kondisinya bocor, sempit, rawan tikus, bahkan pencurian, sudah beberapa kali kita pindah-pindah gudang,” ujar Ferdian yang dikonfirmasi terpisah.

Ia menyebut, gudang-gudang sebelumnya tidak memenuhi standar penyimpanan logistik kebencanaan sehingga bantuan yang disalurkan saat bencana sering kali terbatas.

“Sekarang bisa dikatakan penanganan kebencanaan di Malinau lebih siap, karena kalau stok logistik sudah ada di daerah, bantuan bisa langsung disalurkan tanpa harus menunggu drop dari provinsi,” katanya.

Selain sebagai tempat penyimpanan logistik, gedung tersebut juga akan difungsikan sebagai markas kebencanaan, dan ruang petugas gudang. “Kalau pun itu dijadikan tempat pengungsian saat banjir, bisa juga, karena itu termasuk dataran tinggi,” kata Ferdian.

Ferdian menambahkan, operasional gudang akan dimulai dalam waktu dekat. Kedepan, penanganan bencana di Kabupaten Malinau diharapkan semakin cepat, efektif, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada distribusi dari luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....