Polisi Sampaikan Kronologi Korban Kedua Banjir Malinau

  • 27 Feb 2026 08:46 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Seorang pria bernama, Kristian Hebert (40), ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Desa Pelita Kanaan, Kecamatan Malinau Kota, Kamis (26/2/2026).

Korban diduga tenggelam saat memasang pukat di tengah luapan Sungai Sesayap. Kapolsek Malinau Kota, IPDA Santun Siboro, menjelaskan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Pertama adanya saksi melihat korban memasang pukat di daerah Ujang-Ujang, Sungai Sesayap, Rabu (25/2/2026), sekitar pukul 17.00 WITA.

“Saksi melihat korban sekitar pukul lima sore memasang pukat di daerah Ujang-Ujang pada Rabu sekitar jam lima sore,” ujar IPDA Santun Siboro pada RRI, Jumat pagi (27/2/2026).

Kedua, saksi mata mendapati perahu dan pukat korban masih berada di lokasi. Saksi kemudian menghubungi saudara korban di Pelita. Keluarga langsung menuju lokasi untuk memastikan keberadaan korban.

Di rumah korban ditemukan nasi yang telah dimasak dan mulai basi. Korban tidak berada di rumah maupun sekitar lokasi. Warga Desa Pelita, melakukan pencarian di sekitar perahu. Perahu ditemukan dalam kondisi terisi air karena hujan deras malam sebelumnya. “Kurang lebih setengah sampai satu jam pencarian, korban ditemukan di dasar sungai,” ujar Kapolsek Malinau Kota.

Jenazah korban ditemukan di kebun buah milik warga. Namun karena air Sungai Sesayap meluap, area itu terendam dan digunakan korban memasang pukat. “Sebenarnya itu daratan yang ditanami pisang, tetapi karena air tinggi, dipasang pukat di situ,” jelasnya.

Setelah ditemukan, jenazah disemayamkan di rumah kerabat korban di Kuala Lapang, karena orang tua korban sedang sakit. Kristian Hebert diketahui belum menikah dan berusia 40 tahun.

Sebelumnya, seorang balita berusia dua tahun dilaporkan tenggelam di Desa Seluwing, Kecamatan Malinau Kota, pada Rabu (25/2/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri usai tenggelam di tengah terpaan banjir setinggi 1,5 meter di lokasi tersebut, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Malinau.

Ipda Santun Siboro mengimbau masyarakat tetap waspada pascabanjir. “Apabila ada informasi terkait banjir dan perlu evakuasi, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti bersama instansi terkait,” katanya.

Ia juga meminta warga menjaga anak-anak dan lansia serta mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. (Ading/sti)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....