BPBD Bali Desak Pemeliharaan Terasering guna Tangkal Risiko Banjir
- 14 Jul 2026 07:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Provinsi Bali mendorong seluruh komunitas Subak, untuk memperkuat struktur pematang sawah berundak atau terasering, sebagai langkah mitigasi struktural dalam menekan risiko bencana banjir bandang. Arahan teknis ini disampaikan Penelaah Kebijakan Teknis BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suwirta, S.Sos., menyusul adanya potensi peningkatan debit air permukaan yang kerap memicu kerusakan fasilitas umum saat cuaca ekstrem melanda wilayah hulu.
Wayan Suwirta menjelaskan struktur terasering tradisional di kawasan perbukitan Bali, dinilai memiliki fungsi hidrologis yang sangat vital, di luar perannya sebagai media tanam komoditas pangan. Sistem pemetaan vegetasi dan kekuatan struktur tanah, juga terus diperbarui oleh tim reaksi cepat BPBD, guna memetakan area pemukiman yang paling rentan terdampak aliran air.
Wayan Suwirta, menambahkan pemeliharaan lanskap persawahan ini, memiliki cara kerja mekanis yang mirip dengan alat penyerapan air buatan."Perbaikan terasering sangat perlu dilakukan, karena fungsi struktur ini pada dasarnya serupa dengan spons, yang mampu menahan sekaligus menyimpan air hujan dengan baik " ujar Wayan Suwirta ketika berbincang dalam acara obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026.
Wayan Suwirta mengungkapkan apabila kondisi pematang sawah, di wilayah perbukitan dibiarkan rusak atau mengalami pendangkalan, daya rekat tanah akan melemah, sehingga rawan memicu longsoran material. Longsoran tanah inilah yang kemudian menyumbat aliran Sungai, dan berpotensi menimbulkan banjir bandang, yang siap menerjang pemukiman warga di dataran rendah.
Oleh karena itu, BPBD Bali kini terus mengintensifkan program koordinasi bersama instansi terkait, untuk memastikan bangunan konservasi air di tingkat desa berfungsi optimal. Penyiapan logistik kebencanaan darurat pun disiagakan, pada pos-posko terdekat dari area pertanian produktif, yang masuk ke dalam zona merah rawan longsor.
Wayan Suwirta menekankan bahwa kesiapsiagaan dari tingkat hulu merupakan kunci utama, dalam meminimalkan indeks risiko bencana kedaruratan di sektor agraria. "Sarana prasarana yang ada di Subak seperti empelan maupun embung, harus selalu disiapkan dan dipelihara dengan baik, guna menahan debit air tinggi saat musim hujan," ucap Wayan Suwirta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....