BPBD Bali Optimalkan Fungsi Ganda Embung untuk Atasi Krisis Air Bersih
- 13 Jul 2026 12:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID- Denpasar, Penelaah Kebijakan Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Wayan Suwirta, S.Sos mengungkapkan saat ini BPBD Provinsi Bali, tengah mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur embung penampung air di tingkat pedesaan, agar memiliki fungsi ganda sebagai pengendali banjir sekaligus penyuplai kebutuhan air minum bagi masyarakat. Langkah integrasi pengelolaan sumber daya air ini menjadi fokus perhatian BPBD Bali pada pertengahan tahun ini, guna membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi anomali cuaca yang kian ekstrem.
Dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026, Wayan Suwirta menjelaskan keberadaan embung yang terawat dengan baik di sekitar kawasan Subak, dinilai mampu memotong debit air luapan, yang mengalir kencang dari wilayah hulu saat intensitas hujan tinggi. Penataan bendungan kecil di area hulu persawahan ini, juga disinkronkan dengan program ketahanan pangan daerah, agar pasokan air ke hilir tetap terjaga sepanjang musim.
Wayan Suwirta menambahkan bahwa penataan struktur bangunan penampung air ini, harus dilakukan secara komprehensif demi meminimalkan indeks risiko bencana daerah. "Kondisi embung penampung air harus selalu dimaksimalkan pemeliharaannya, karena selain untuk irigasi, fasilitas ini juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pemenuhan kebutuhan air minum” ujar Wayan Suwirta.
Apabila tata kelola sarana prasarana pengairan di area atas diabaikan, maka potensi timbulnya bencana hidrologis, yang merusak kawasan pemukiman di dataran rendah akan semakin tinggi. Wayan Suwirta mengungkapkan bahwa kelalaian dalam merawat fasilitas penahan air di hulu, sering kali memicu kerugian materi yang besar bagi warga desa.
Wayan Suwirta mencontohkan peristiwa bencana banjir bandang, yang sempat menerjang kawasan Banjar pada awal tahun akibat jebolnya sarana pengairan. “Kerusakan fisik bangunan pengendali air tersebut, memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama, sehingga mengganggu stabilitas aktivitas sosial masyarakat sekitar” ucapnya Wayan Suwirta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....