Pentingnya Manajemen Krisis Energi Bagi Pelayanan Publik Daerah
- 13 Jul 2026 06:29 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Dr. Nasrullah dari Universitas Lambung Mangkurat menekankan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan primer dan pemadaman tanpa pemberitahuan yang matang dapat memicu kepanikan sosial yang menurunkan produktivitas masyarakat.
- Transparansi informasi mengenai penyebab dan durasi pemadaman sangat krusial untuk mencegah spekulasi negatif yang berkembang di ruang digital.
- Pemerintah daerah dan legislatif perlu meningkatkan fungsi pengawasan terhadap keandalan energi serta melahirkan regulasi yang melindungi hak-hak dasar konsumen.
- Pendidikan mitigasi bencana kelistrikan bagi warga diperlukan untuk mempersiapkan mereka menghadapi situasi darurat dan meminimalisasi kerusakan perangkat elektronik rumah tangga.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sorotan akademisi terhadap fenomena pemadaman listrik di Kalimantan Selatan mengungkap pentingnya pembenahan dari sisi manajemen krisis. Gangguan pasokan listrik yang berulang dinilai berdampak luas pada dinamika sosial dan psikologis masyarakat urban maupun rural. Dalam program siaran Palidangan Noorhalis Pro 1 RRI Banjarmasin, kamis 9 Juli 2026, akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat Dr. Nasrullah, melihat dari dimensi sosiologis dari masalah ini.
Dr. Nasrullah menekankan bahwa listrik kini telah menjelma menjadi kebutuhan primer yang mutlak. Ketika terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan matang, terjadi kepanikan sosial yang dapat menurunkan produktivitas harian warga. Oleh karena itu, pola komunikasi krisis dari penyedia layanan kelistrikan dituntut untuk lebih adaptif dan transparan.
"Pola komunikasi publik saat terjadi krisis energi harus diperbaiki agar tidak memicu ketidakpastian di tengah masyarakat," ujar Dr. Nasrullah. Ia menambahkan bahwa transparansi informasi mengenai penyebab dan durasi pemadaman sangat krusial bagi publik. Ketidakjelasan informasi hanya akan memperparah spekulasi negatif yang berkembang di ruang digital.
Dari perspektif kebijakan publik, keandalan sistem kelistrikan merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah. Pemerintah daerah bersama pihak legislatif disarankan untuk lebih aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap keandalan energi ini. Ketergantungan masyarakat yang tinggi terhadap teknologi digital membuat kestabilan daya menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
"Pendidikan mitigasi bencana kelistrikan bagi warga juga perlu digalakkan agar mereka siap menghadapi situasi darurat," ucap kata Dr. Nasrullah mengingatkan. Langkah edukatif tersebut dinilai mampu meminimalisasi dampak kerusakan perangkat elektronik rumah tangga milik warga. Pengambil kebijakan dituntut melahirkan regulasi yang menjamin perlindungan menyeluruh bagi hak-hak dasar konsumen.
Hal ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali tata kelola energi nasional. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan birokrasi diharapkan melahirkan solusi inovatif berbasis riset ilmiah yang aplikatif. Publik menaruh harapan besar agar pembenahan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Selatan segera direalisasikan.
Mengambil pelajaran berharga dari setiap pemadaman listrik adalah modal utama membangun ketahanan energi masa depan. Upaya perbaikan berkelanjutan mutlak dijalankan demi terwujudnya pelayanan publik yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. RRI Banjarmasin berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat demi perbaikan kualitas hidup di Banua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....