Muhammadiyah Perkuat Dakwah lewat Kemandirian Ekonomi
- 12 Jul 2026 23:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah untuk memperkuat dakwah sekaligus mendorong penguatan ekonomi umat. Hal itu disampaikan dalam Tabligh Akbar yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, sebagai penceramah utama. Tabligh Akbar juga dihadiri jajaran PDM Banyumas, pimpinan UMP, serta ribuan warga Muhammadiyah.
Ketua PDM Banyumas, M. Djohar, mengapresiasi UMP yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan 378 jemaah haji Muhammadiyah Banyumas serta tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, yang tercermin dari keikutsertaan 486 calon jemaah dalam manasik haji perdana.
"Semoga berbagai ikhtiar yang dilakukan Muhammadiyah Banyumas ini semakin memberikan manfaat bagi umat dan memperkuat peran persyarikatan dalam melayani masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, PDM Banyumas juga mengukuhkan sejumlah program strategis. Di antaranya kerja sama dengan Kapolresta Banyumas di bidang keamanan, ketahanan pangan, dan pelatihan satpam bersertifikat, pengukuhan Korps Mubaligh Muhammadiyah Banyumas, pembentukan Lembaga Penyelenggaraan Penanganan Kematian Khusnul Khotimah, serta penandatanganan kerja sama dalam pengelolaan masjid, pembangunan perumahan warga Muhammadiyah, dan pengelolaan kawasan pemakaman.
Menurut Djohar, berbagai kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dakwah Muhammadiyah, tidak hanya melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi umat.
Sementara itu, Rektor UMP, Jebul Suroso, mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji Banyumas yang telah kembali ke Tanah Air. Ia berharap para jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Jebul juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang tidak dapat masuk ke auditorium karena tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Tabligh Akbar.
"Insyaallah kami merencanakan pembangunan gedung yang mampu menampung lebih dari 12.000 jemaah sehingga jika ada pengajian atau kegiatan besar lainnya, seluruh peserta dapat masuk semua," katanya.
Ia menjelaskan, UMP menargetkan penerimaan 6.000 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026 sehingga total mahasiswa diperkirakan mendekati 25.000 orang. Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak hanya memperkuat peran UMP sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, UMP terus mengembangkan berbagai unit usaha sebagai bagian dari penguatan ekonomi Muhammadiyah, mulai dari SPBU, pengembangan kawasan bisnis di Kampus II, hingga pengembangan investasi emas melalui Mentari Bayt Coin.
Dalam tausiyahnya, Ketua PWM Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan Muhammadiyah perlu memperkuat sektor ekonomi memasuki abad kedua persyarikatan. Menurutnya, setelah lebih dari satu abad membangun kekuatan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, kini Muhammadiyah juga harus menghadirkan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari dakwah.
Ia mencontohkan kisah hijrah Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Rabi' sebagai teladan dalam membangun ekonomi berbasis ukhuwah. Menurutnya, Banyumas memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem ekonomi melalui penguatan pasar, kewirausahaan, dan pemberdayaan umat tanpa mengabaikan kualitas amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....