Selametan Jembatan Warnai Peresmian Jembatan Merah Putih Aramco di Dusun Joben
- 12 Jul 2026 16:46 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Jembatan merah putih aramco
- Aramco
- Lombok timur
RRI.CO.ID, Lombok timur– Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, pada Minggu, 12 Juli 2026. Masyarakat bersama unsur pemerintah dan aparat keamanan menghadiri peresmian Jembatan Merah Putih Aramco, salah satu program pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh TNI AD di berbagai daerah di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Peresmian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain doa bersama dan prosesi peresmian, masyarakat juga melaksanakan tradisi Selamet Jembatan, sebuah budaya turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hadirnya jembatan yang kini menjadi akses vital bagi masyarakat.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepo, Camat Montong Gading, Arpin, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan pihaknya menginstruksikan agar setiap dua kepala keluarga (KK) membawa seekor ayam untuk dinikmati bersama usai acara. Namun, antusiasme masyarakat ternyata jauh melebihi perkiraan.
"Awalnya saya mengimbau satu ekor ayam untuk dua KK. Tetapi masyarakat justru berinisiatif membawa satu ekor ayam untuk setiap KK. Karena jumlah KK sekitar 260, saya kemudian meminta agar cukup sekitar 140 ekor saja. Meski demikian, karena rasa syukur masyarakat begitu besar, jumlah ayam yang dibawa tetap lebih dari yang direncanakan," ujarnya.
Menurut Arpin, tradisi makan ayam bersama bukan sekadar jamuan setelah peresmian. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan hilangnya sekat di tengah masyarakat. Seluruh warga, tokoh masyarakat, aparat TNI-Polri, hingga para pejabat duduk bersama menikmati hidangan yang sama.
"Tidak ada sekat. Semua berbaur, semua duduk bersama. Pejabat maupun masyarakat menikmati hidangan yang sama. Semua setara, sama-sama bahagia, dan sama-sama bersyukur atas hadirnya jembatan ini," katanya.
Arpin juga menjelaskan bahwa pemilihan ayam sebagai hidangan dalam tradisi Selamet Jembatan memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, ayam merupakan unggas yang mandiri, yang tetap berjuang mencari makan dalam kondisi apa pun.
"Semangat ayam yang terus berusaha mengais makanan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu bekerja keras, mandiri, tidak mudah menyerah, dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan," jelasnya.
Bagi masyarakat Dusun Joben, tradisi Selamet Jembatan bukan sekadar makan bersama. Tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang mengandung nilai gotong royong, rasa syukur, persatuan, serta harapan agar jembatan yang telah dibangun memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat dan membawa keberkahan bagi daerah.
Kebahagiaan masyarakat semakin terasa karena jembatan tersebut menggantikan jembatan kayu yang selama ini menjadi akses utama warga. Pada musim hujan, jembatan lama bahkan sempat hanyut diterjang derasnya arus sungai sehingga aktivitas masyarakat sering terganggu.
"Wajah-wajah bahagia masyarakat hari ini menjadi kebahagiaan bagi kami semua. Kini mereka memiliki jembatan yang lebih kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," tutur Arpin.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Montong Gading juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Babinsa TNI yang telah melakukan deteksi awal terhadap kebutuhan masyarakat serta mengawal proses pembangunan hingga jembatan dapat diselesaikan dengan baik.
Peresmian Jembatan Merah Putih Aramco turut dihadiri Komandan Kodim 1615/Lombok Timur beserta jajaran, unsur Kepolisian, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Pesanggrahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang bersama-sama menyaksikan hadirnya jembatan baru yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian desa, dan memperkuat semangat gotong royong.
Peresmian tersebut tidak hanya menjadi penanda selesainya pembangunan sebuah jembatan, tetapi juga menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya nilai-nilai kebersamaan masyarakat Montong Gading. Tradisi Selamet Jembatan yang diwariskan secara turun-temurun menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan manfaat fisik, tetapi juga mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, serta menumbuhkan rasa syukur dan optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....