Forpela Bali Tingkatkan Kapasitas Pengurus dan Perkuat Kerukunan Umat Beragama

  • 11 Jul 2026 18:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Provinsi Bali menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Forpela se-Bali di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan yang difasilitasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengurus Forpela dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Bali melalui peningkatan pemahaman, wawasan, serta kemampuan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ketua Forpela Provinsi Bali, Nyoman Nilawati, mengatakan kegiatan tersebut diikuti pengurus Forpela dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Menurutnya, peningkatan kapasitas menjadi bekal penting agar para pengurus memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai kerukunan dan mampu menjadi perpanjangan tangan FKUB dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menilai peran perempuan sangat strategis dalam menanamkan sikap toleransi, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah kehidupan bermasyarakat. "Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh pengurus Forpela se-Bali memiliki pemahaman yang semakin baik mengenai kerukunan umat beragama. Dengan bekal tersebut mereka diharapkan mampu memberikan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat sehingga nilai-nilai toleransi terus tumbuh di Bali," ujar Nyoman Nilawati.

Nyoman menjelaskan, Forpela tidak hanya menyelenggarakan pelatihan di dalam ruangan, tetapi juga aktif menggelar dialog karya, yaitu kegiatan yang memadukan dialog lintas agama dengan aksi sosial. Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan antara lain pembuatan eco enzyme di Baturiti serta aksi bersih-bersih di kawasan Taman Pancing dengan melibatkan peserta dari berbagai agama.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena selain membangun komunikasi antarumat beragama, juga menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program Forpela masih menghadapi keterbatasan anggaran. Selama ini seluruh kegiatan difasilitasi melalui FKUB Provinsi Bali sehingga penyelenggaraan program harus disesuaikan dengan kemampuan pendanaan yang tersedia.

Karena itu, pihaknya berharap kegiatan peningkatan kapasitas dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar kompetensi pengurus terus berkembang dan jangkauan edukasi kerukunan semakin luas. "Kerukunan itu harus terus dibangun dan dirawat. Hari ini kita bisa hidup rukun, tetapi kondisi itu harus terus dijaga karena situasi dapat berubah sewaktu-waktu. Bagi Bali, kerukunan memiliki nilai yang sangat penting karena menjadi salah satu fondasi utama yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus keberlangsungan sektor pariwisata," jelas Nyoman.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus FKUB Provinsi Bali, Forpela, Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala), serta perwakilan Forpela dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Rangkaian acara meliputi penyampaian materi mengenai pemahaman FKUB dan Forpela, peran perempuan dalam membangun serta merawat kerukunan umat beragama, diskusi, hingga penyusunan langkah-langkah penguatan sinergi antar pengurus.

Melalui kegiatan ini, FKUB dan Forpela berharap nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di Bali dapat terus terjaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....