Tanam Kopi dan Buah, Sedekah Oke Pulihkan Mata Air
- 11 Jul 2026 09:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikenal memiliki banyak mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah mata air mulai mengering akibat kerusakan kawasan hutan yang dipicu pembalakan liar dan alih fungsi lahan.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya gerakan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Salah satunya digagas oleh kelompok Sedekah Oksigen dan Ekonomi (Sedekah Oke) yang melakukan penyelamatan kawasan hutan sekaligus memulihkan mata air melalui penanaman tanaman produktif.
Aktivis lingkungan Sedekah Oke, Muhdar, mengatakan upaya penghijauan yang selama ini dilakukan di berbagai kawasan hutan masih banyak yang tidak berhasil karena tanaman yang dipilih tidak memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
"Kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya, pohon yang ditanam sulit dipertahankan. Karena itu, konservasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Sebagai langkah awal, Sedekah Oke menjadikan Mata Air U'A di Desa Woko, Kecamatan Pajo, sebagai lokasi percontohan (pilot project) program konservasi.
Komoditas kopi dipilih sebagai tanaman utama karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus telah memiliki embrio budidaya di kawasan tersebut.
Menurut Muhdar, sebagian masyarakat di sekitar kawasan Mata Air U'A sebenarnya telah mulai menanam kopi, meski masih dalam skala terbatas.
"Kami ingin mengembangkan potensi yang sudah ada. Kopi dipilih karena selain memiliki nilai ekonomi, komoditas ini juga cocok dikembangkan di kawasan tersebut," katanya.
Namun, menurutnya, keberhasilan budidaya kopi sangat bergantung pada keberadaan hutan yang tetap terjaga.
Tanaman kopi membutuhkan naungan atau pohon pelindung agar dapat tumbuh optimal. Karena itu, gerakan konservasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanaman kopi, tetapi juga pemulihan kawasan hutan melalui penanaman berbagai jenis pohon pelindung.
Berbeda dengan pola penghijauan sebelumnya, pohon pelindung yang akan ditanam diprioritaskan dari jenis tanaman produktif, seperti berbagai tanaman buah-buahan.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
"Dengan adanya pohon produktif, masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga kawasan hutan. Ini menjadi cara agar konservasi tidak berhenti hanya pada kegiatan menanam, tetapi benar-benar menjaga hutan dari pembalakan liar," jelas Muhdar.
Ia menilai konsep konservasi berbasis ekonomi akan lebih berkelanjutan dibandingkan penghijauan yang hanya mengandalkan tanaman kehutanan tanpa manfaat langsung bagi warga.
Apalagi, kopi asal Dompu saat ini mulai dikenal luas dan memiliki pasar yang terus berkembang di tingkat nasional.
Dengan dukungan pohon pelindung berupa tanaman buah-buahan, masyarakat diharapkan memperoleh tambahan penghasilan tanpa harus membuka hutan baru.
Menurut Muhdar, tujuan utama gerakan tersebut tetap pada penyelamatan kawasan resapan air agar mata air di sekitar Desa Woko dapat kembali terjaga.
"Ketika hutannya kembali baik, pohon pelindung tumbuh, kopi berkembang, maka mata air juga akan tetap hidup. Itulah tujuan utama yang ingin kami capai," katanya.
Melalui pendekatan konservasi yang memadukan aspek lingkungan dan ekonomi, Sedekah Oke berharap gerakan penyelamatan Mata Air U'A dapat menjadi model bagi upaya pelestarian mata air di kawasan lain di Kabupaten Dompu yang mengalami ancaman serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....