Rezeki yang Sudah Tertakar Tak Akan Tertukar
- 11 Jul 2026 08:17 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID Takengon – Keyakinan bahwa setiap rezeki telah ditetapkan Allah SWT menjadi pesan utama dalam Ceramah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon yang disampaikan oleh Tgk. H. Wahdi MS., MA. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan dengan meyakini bahwa rezeki setiap manusia telah diatur oleh Allah dan tidak akan tertukar dengan milik orang lain.
Menurutnya, pemahaman ini penting agar setiap muslim terhindar dari rasa iri, dengki, maupun keinginan memperoleh harta dengan cara yang tidak halal. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk terus berikhtiar, bekerja keras, serta bertawakal kepada Allah SWT.
Tgk. H. Wahdi MS., MA menjelaskan bahwa rezeki tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, waktu yang berkah, hingga kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, setiap nikmat yang diberikan Allah patut disyukuri.
Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan bahwa keyakinan terhadap ketetapan rezeki bukan berarti seseorang boleh bermalas-malasan. Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Setiap orang wajib berusaha secara maksimal, namun hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT yang Maha Mengatur segala sesuatu.
"Jangan pernah khawatir rezeki kita diambil orang lain. Apa yang Allah tetapkan untuk kita akan sampai kepada kita pada waktu yang terbaik menurut-Nya. Yang harus dijaga adalah kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan dalam berusaha," pesannya di hadapan jamaah.
Melalui tema "Rezeki yang Sudah Tertakar Tak Akan Tertukar", jamaah diajak untuk semakin optimistis menjalani kehidupan, memperbanyak rasa syukur, serta menjaga diri dari segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan syariat demi mengejar keuntungan duniawi.
Di akhir tausiyahnya, Tgk. H. Wahdi MS., MA mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperbanyak doa, memperkuat silaturahmi, dan mencari rezeki yang halal. Sebab, keberkahan hidup bukan hanya diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari ketenangan hati, kecukupan, dan ridha Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....