Pelabuhan Soro Kembali Beroperasi, Distribusi Jagung Dompu Mulai Normal

  • 11 Jul 2026 08:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Setelah sempat terhenti sejak 26 Juni 2026, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali beroperasi.

Beroperasinya kembali pelabuhan tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi jagung dari Dompu sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi jasa kepelabuhanan.

Kepala Pelabuhan Soro, Anshar, mengatakan terhentinya aktivitas pelayaran selama hampir dua pekan bukan disebabkan oleh kendala di Pelabuhan Soro, melainkan karena tidak adanya kapal yang masuk akibat antrean panjang di pelabuhan tujuan.

"Selama ini kapal tidak masuk karena terjadi antrean panjang di pelabuhan tujuan, sehingga aktivitas pengiriman melalui Pelabuhan Soro sempat terhenti," ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Akibat terhentinya layanan pelayaran, pengiriman jagung dari Kabupaten Dompu terpaksa dialihkan melalui jalur darat menuju Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Sumbawa.

Perubahan jalur distribusi tersebut menyebabkan biaya angkut meningkat karena harus menggunakan transportasi darat dengan jarak yang lebih jauh. Kondisi itu turut memengaruhi harga jual jagung di tingkat petani akibat bertambahnya biaya logistik yang ditanggung pelaku usaha.

Menurut Anshar, dengan kembali beroperasinya Pelabuhan Soro, biaya distribusi diharapkan dapat kembali normal sehingga pengusaha maupun pedagang jagung dapat memanfaatkan pelabuhan tersebut sebagai jalur utama pengiriman hasil panen.

Selain memperlancar distribusi komoditas pertanian, beroperasinya kembali Pelabuhan Soro juga diharapkan mampu meningkatkan penerimaan daerah dari sektor retribusi jasa kepelabuhanan.

Pemerintah Kabupaten Dompu menargetkan penerimaan retribusi jasa pelabuhan pada tahun 2026 sebesar Rp561 juta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah.

Berdasarkan catatan Pelabuhan Soro, hingga awal Juli 2026 realisasi penerimaan retribusi telah mencapai sekitar Rp340 juta atau sekitar 60 persen dari target tahunan.

Anshar optimistis target tersebut dapat tercapai apabila aktivitas bongkar muat kembali berjalan normal dan volume pengiriman jagung meningkat pada musim panen tahun ini.

"Semakin banyak kapal yang bersandar dan mengangkut jagung melalui Pelabuhan Soro, tentu akan berdampak pada peningkatan penerimaan retribusi daerah," katanya.

Pelabuhan Soro selama ini menjadi salah satu pintu utama distribusi hasil pertanian Kabupaten Dompu, terutama komoditas jagung yang menjadi andalan masyarakat.

Selain mendukung kelancaran arus logistik, keberadaan pelabuhan tersebut juga memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Semakin tinggi volume pengiriman jagung melalui Pelabuhan Soro, semakin besar pula penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....