BBPOM : Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan Menurun
- 11 Jul 2026 07:23 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang
- Komisi IX DPR
- Vita Ervina
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Penggunaan produk makanan dan obat-obatan mengandung bahan berbahaya di Jawa Tengah mengalami tren penurunan. Kondisi tersebut menjadi indikator kesadaran pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku cukup tinggi.
“Penggunaan produk makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan-bahan berbahaya trennya mengalami penurunan secara drastis. Penggunaan bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya yang tadinya 10 persen dalam 10 tahun terakhir, kini hanya sekitar dua persen saja,“ kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Rustyawati usai Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama dengan anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina di Kabupaten Magelang, Jumat sore, 10 Juli 2026.
Rustyawati mengatakan, menurunnya penggunaan bahan berbahaya tersebut dikarenakan literasi masyarakat terkait penggunaan makanan yang menggunakan bahan -bahan berbahaya semakin membaik . Selain itu, kesadaran masyarakat menjadi konsumen yang cerdas sudah mulai tertanam
Meskipun, penggunaan dan konsumsi makanan dan obat-obatan yang mengandung zat berbahaya telah mengalami penurunan yang drastic, namun pihaknya tetap berharap kesadaran masyarakat tersebut yang lebih baik. Yakni, masyarakat terus membaca regulasi yang selalu berubah-ubah.
“ Kami memerlukan masyarakat sadar terus akan penggunaan bahan -bahan yanf berbahaya baik dakam makanan maupun obat-obatan. Jika masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas, maka pelaku usahan yang nakal akan berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Vita Ervina mengatakan, sosialisasi Keamanan Pangan bagi Pelaku UMKM bersama dengan BBPOM Semarang tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat.Khususnya pelaku UMKM, agar memahami proses menjaga keamanan pangan sekaligus mengetahui tahapan memperoleh perizinan dari BBPOM.
“Sosialisasi ini juga ingin memberikan kesadaran informasi dan edukasi bagi masyarakat para pelaku UMKM terkait pengawasan obat dan makanan. Sehingga, masyarakat mengetahui obat dan makanan yang dikonsumsi lebih aman,” ungkap Vita.
Ia mengaku prihatin anggaran di BBPOM semakin kecil, sehingga ia berharap dukungan anggaran bagi BPOM dapat ditingkatkan agar fungsi pengawasan dan pendampingan kepada masyarakat maupun pelaku usaha dapat berjalan lebih optimal.
" Dengan tugas yang sangat besar dan Risiko yang tinggi dalam mengantisipasi bahaya yang diakibatkan makanan, maka pengawasan perlu ditingkatkan. Untuk mengantisipasi keamanan pangan tersebut, tuguas tersebut harus disertai anggaran yang mumpuni, kami juga berharap anggaran BPOM ke depan bisa ditambah sehingga bukan hanya pengawasan yang diperkuat,” tuturnya. ( wied)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....