Jateng Percontohan Nasional Jamu Aman, Potensi Industri Herbal Digenjot
- 09 Jun 2026 17:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Jawa Tengah dipercaya menjadi wilayah percontohan nasional dalam Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman). Langkah ini menandai posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan jamu tradisional yang memiliki potensi besar menembus pasar nasional hingga global.
Sebanyak lima daerah di Jawa Tengah ditetapkan sebagai pilot project program tersebut, yakni Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang. Penetapan itu diumumkan dalam Kick Off Program Idaman yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa 9 Juni 2026.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan Jawa Tengah dipilih karena memiliki kekayaan tanaman herbal yang melimpah dan budaya minum jamu yang masih kuat di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan industri jamu yang aman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.
Menurutnya, jamu tidak hanya memiliki nilai kesehatan, tetapi juga nilai ekonomi yang besar. Karena itu, pengembangan industri jamu perlu didukung agar mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Program Idaman, BPOM berupaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan produk jamu yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Kendati begitu, BPOM tak memungkiri jika masih menemukan peredaran obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Temuan tersebut menjadi tantangan serius yang dapat merusak reputasi jamu Indonesia di mata masyarakat maupun pasar internasional.
Sepanjang 2025, BPOM melakukan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. Hasilnya, sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat yang seharusnya tidak terdapat dalam jamu.
Selain itu, patroli siber BPOM juga masih menemukan lebih dari 39.000 penjualan obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan. Di wilayah Semarang, BPOM juga mengamankan 147 item obat bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat atau tidak memiliki izin edar dengan total 13.263 pieces.
Dalam inspeksi rutin yang dilakukan di Jawa Tengah selama 2025 hingga 2026, BPOM memeriksa 119 sarana distribusi dan produksi. Dari pemeriksaan itu ditemukan 10.267 jenis produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.
"Terhadap temuan tersebut BPOM telah melakukan pengamanan produk. Ini sebagai langkah awal untuk mencegah potensi peredaran lebih lanjut," tandasnya.
Taruna menegaskan BPOM tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan. Namun di sisi lain, lembaganya juga terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha jamu agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga citra jamu Indonesia yang telah diakui dunia. Terlebih, UNESCO pada 2023 telah menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi penunjukan lima daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project Program Idaman. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan besarnya potensi industri jamu tradisional yang dimiliki daerah ini.
"Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe," kata Taj Yasin.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat pascapandemi Covid-19 juga menjadi peluang besar bagi perkembangan industri jamu. Kondisi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis produk herbal lokal.
Meski demikian, Taj Yasin mengingatkan masyarakat agar tetap cermat dalam memilih produk jamu yang dikonsumsi. Ia menegaskan pentingnya mewaspadai produk yang mengandung bahan kimia obat dan mendukung langkah BPOM dalam mendampingi UMKM jamu agar menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....