Peternak Nunukan Nilai Harga Ayam Rp19.500 Belum Ideal
- 11 Jul 2026 06:48 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Pengusaha ayam pedaging di Nunukan menilai harga acuan ayam hidup Rp19.500 per kilogram belum sesuai biaya produksi di wilayah perbatasan.
- Tingginya biaya distribusi pakan membuat harga jual ayam hidup di Nunukan masih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.
- Peternak berharap kebijakan harga pemerintah juga mempertimbangkan kondisi logistik di daerah perbatasan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Pengusaha ayam pedaging di Nunukan menilai harga acuan ayam hidup Rp19.500 per kilogram belum sesuai dengan biaya produksi. Penilaian itu disampaikan menjelang pemberlakuan harga minimal mulai 15 Juli.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menetapkan harga minimal ayam hidup di kandang sebesar Rp19.500 per kilogram mulai 15 Juli 2026. Pengusaha Ayam Pedaging Nunukan, Riswandi, menilai harga tersebut masih terlalu rendah bagi peternak di Kabupaten Nunukan, Sabtu (11/07/2026).
"Jadi, sudah sangat baik pemerintah mengatur harga minimal ayam hidup di kandang, yaitu Rp19.500. Cuma untuk kami yang di Kabupaten Nunukan, khususnya di daerah perbatasan di Kalimantan Utara, untuk harga itu mungkin agak berat," katanya.
Menurutnya, biaya produksi peternak di wilayah perbatasan berbeda dengan daerah lain. Tingginya biaya logistik menjadi tantangan utama bagi usaha peternakan ayam.
Biaya distribusi pakan masih menjadi komponen terbesar dalam biaya produksi. Kondisi tersebut mempengaruhi harga jual ayam hidup di tingkat peternak.
"Soalnya, kami punya biaya distribusi lagi. Yaitu mendatangkan pakan yang biayanya lumayan besar, per karungnya," ujarnya.
Peternak di Nunukan masih menerapkan harga jual sesuai biaya produksi. Harga tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan usaha.
"Jadi, kalau kami di sini, untuk harga ayam hidup, yang idealnya sekarang, yang sudah kami jalankan, Rp30.000 per kilo khusus ayam hidup," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....