Solo Luncurkan Program Sungai Lestari, Target Tangani 1.000 Ton Sampah

  • 10 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta menargetkan penanganan 1.000 ton sampah melalui Program #SungaiLestari yang diluncurkan di Pendopo Kecamatan Laweyan, Jumat 10 Juli 2026. Program kolaboratif tersebut difokuskan untuk mengurangi pencemaran sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Premulung sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan Program #SungaiLestari akan difokuskan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Premulung yang melintasi Kecamatan Laweyan dan Serengan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Clean Rivers dan berbagai mitra.

"Ini adalah kolaborasi UNDP dengan pemerintah Kota Surakarta dengan Clean Rivers. Fokusnya adalah menangani sampah di sungai, yang akan menjadi fokus di Kali Permulung," katanya.

Herwin menjelaskan program tersebut menargetkan penanganan sekitar 1.000 ton sampah sungai selama masa pelaksanaan. Selain pembersihan sungai, kegiatan juga disertai edukasi kepada masyarakat agar mengurangi kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.

"Targetnya kita sampai menangani 1000 ton. Kita pendekatannya lebih ke edukasi kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan maupun kebersihan sungai," ujarnya.

Menurut Herwin, pengukuran timbulan sampah akan dilakukan melalui pemasangan trash boom di beberapa titik sungai. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan strategi edukasi sekaligus evaluasi efektivitas program.

"Nanti ada trash boom, kita bisa mengukur sebenarnya berapa sampah yang dihasilkan di atau yang dibuang ke sungai. Dari angka itu nanti akan bisa memberikan sosialisasi maupun edukasi yang lebih terukur, terarah dan terstruktur," katanya.

Sementara itu, National Project Coordinator Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Ahmad Bahri Rambe, mengatakan Program #SungaiLestari dilaksanakan di lima daerah, yakni Surabaya, Surakarta, Sidoarjo, Bali, dan Bekasi. Kelima daerah tersebut dipilih sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah sungai di Indonesia.

"Kita harapkan nanti 5 kota ini bisa menjadi contoh untuk penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik," kata Ahmad Bahri Rambe.

Ia menjelaskan program akan berlangsung hingga 2027 dengan pendekatan berbasis kinerja (performance based). Pelaksana di lapangan akan bekerja sama dengan masyarakat, bank sampah, komunitas sungai, dan pemerintah daerah, serta memperoleh insentif apabila target program tercapai. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....