Desa Matanair Optimalkan Lahan Kering, Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Warga

  • 09 Jul 2026 10:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menunjukkan bahwa lahan kering mampu menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat. Dengan bentang alam berupa perbukitan rendah dan tegalan yang subur, desa ini mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian warga.

Kepala Desa Matanair, Ahmad Rasyidi, mengatakan sebagian besar wilayah desanya merupakan lahan pertanian produktif yang dimanfaatkan untuk berbagai komoditas unggulan. Sistem budidaya yang diterapkan juga mengedepankan pola tumpang sari dan rotasi tanaman agar kesuburan tanah tetap terjaga.

"Pertanian di Desa Matanair sangat produktif. Komoditas yang banyak dihasilkan antara lain mentimun, cabai, singkong, tembakau, dan jagung," ujar Rasyidi, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pola tanam masyarakat mengikuti siklus musim yang berlangsung di Madura. Pada musim hujan, petani memprioritaskan budidaya jagung sebagai tanaman pangan utama. Sementara memasuki musim kemarau, lahan dimanfaatkan untuk menanam tembakau varietas lokal yang memiliki nilai jual tinggi.

Menurut Rasyidi, keberhasilan sektor pertanian di Desa Matanair tidak hanya ditopang oleh kondisi lahan yang subur, tetapi juga didukung pengelolaan pertanian yang berkelanjutan serta kelembagaan masyarakat yang berjalan baik. Kondisi tersebut membuat aktivitas pertanian mampu memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan masyarakat.

"Berdasarkan data pemerintah desa, luas lahan pertanian produktif di Desa Matanair diperkirakan mencapai 260 hingga 285 hektare atau sekitar 85 hingga 90 persen dari total luas wilayah desa yang mencapai sekitar 315 hektare," katanya.

Besarnya porsi lahan produktif tersebut menjadikan Desa Matanair sebagai salah satu desa agraris di Kecamatan Rubaru yang terus mengoptimalkan potensi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....