Ledakan Mortir Aktif di Bandung Barat Tewaskan Tiga Orang

  • 08 Jul 2026 21:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Ledakan mortir yang diduga masih aktif menewaskan tiga orang di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 8 Juli 2026. Ketiga korban merupakan pemulung yang diduga berusaha membongkar amunisi tersebut untuk mengambil bagian logam di dalamnya.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan menggegerkan warga sekitar karena suara ledakan terdengar sangat keras. Ketiga korban diketahui bernama Ade, Suhri, dan Rodian yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas.

Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, mortir yang ditemukan korban merupakan amunisi jenis mortir yang kondisinya masih aktif. Amunisi tersebut meledak saat dipukul menggunakan palu oleh para korban.

"Kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB dan tiga orang meninggal dunia akibat ledakan mortir." ujar Kompol Andriani dalam keterangannya kepada awak media.

Ledakan terjadi di samping rumah salah seorang korban dan menyebabkan ketiganya mengalami luka sangat parah. Dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban diduga menemukan mortir tersebut saat mencari barang bekas. Mereka kemudian berusaha membuka amunisi itu dengan cara dipukul menggunakan palu agar dapat mengambil logam atau bagian lain yang memiliki nilai jual.

Menurut Kompol Andriani, para korban diduga telah terbiasa mengumpulkan selongsong maupun proyektil bekas meski aktivitas tersebut sebenarnya telah dilarang oleh pihak TNI. Dugaan itu masih terus didalami oleh penyidik untuk mengetahui asal-usul mortir yang meledak tersebut.

Petugas piket yang dipimpin Ipda Agus bersama personel Reskrim dan Binmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi para korban. Polisi juga memasang garis polisi guna mengamankan area ledakan.

Selain itu, Tim Inafis Polres Cimahi bersama personel Penjinak Bom (Jibom) diterjunkan untuk memeriksa lokasi secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada lagi sisa amunisi aktif maupun bahan peledak lain yang membahayakan warga.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas sebagai pencari barang bekas, agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkar benda yang diduga merupakan amunisi maupun mortir." ucapnya.

Apabila menemukan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat. Kepolisian bersama TNI akan terus meningkatkan edukasi mengenai bahaya sisa amunisi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....