Pengawasan Kurang, Libur Sekolah Bisa Tingkatkan Risiko Kekerasan pada Anak
- 08 Jul 2026 22:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Berkurangnya pengawasan orang tua selama libur sekolah dapat meningkatkan risiko anak menjadi korban kekerasan. Kondisi ini terjadi karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sementara sebagian besar orang tua tetap menjalankan aktivitas bekerja.
Pekerja Sosial UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jawa Tengah, Nanda Saktia Pradana mengatakan perubahan rutinitas selama masa liburan membuat anak lebih rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan. Risiko tersebut tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital.
"Kasus yang kerap meningkat saat liburan adalah kekerasan seksual dan kekerasan melalui ranah digital. Selain itu, ada pula anak yang terlibat tawuran maupun aktivitas negatif lainnya karena kurangnya pengawasan," ujarnya saat dialog bersama RRI, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Nanda, orang tua perlu mengenal lingkungan pergaulan anak dan membangun komunikasi yang terbuka di dalam keluarga. Pendampingan terhadap penggunaan gawai serta media sosial juga perlu dilakukan agar anak terhindar dari berbagai potensi kekerasan.
Selain meningkatkan pengawasan, orang tua juga perlu membekali anak dengan kemampuan melindungi diri sejak dini. Anak perlu diajarkan untuk berani mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman, memahami batasan bagian tubuh pribadi, serta tidak menyimpan rahasia yang membuat mereka takut atau sedih.
"Ketika anak bercerita, orang tua sebaiknya mendengarkan terlebih dahulu tanpa menyalahkan. Yakinkan bahwa anak bukan pihak yang bersalah dan segera berikan perlindungan apabila diketahui telah menjadi korban kekerasan," ujarnya.
Nanda menambahkan pencegahan kekerasan terhadap anak juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Apabila menemukan dugaan kekerasan, masyarakat diharapkan segera berkonsultasi atau melaporkannya kepada UPTD PPA maupun instansi terkait agar korban memperoleh perlindungan dan pendampingan.
Ia menegaskan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak. Dengan pengawasan yang lebih baik, komunikasi yang hangat, dan pendampingan selama libur sekolah, risiko kekerasan terhadap anak diharapkan dapat ditekan sehingga masa liburan benar-benar menjadi waktu yang aman dan menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....