Sesko TNI Gelar Seminar Strategis Penguatan Ekonomi lewat Peran Koperasi

  • 08 Jul 2026 15:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peran Koperasi Merah Putih dalam memperkuat ekonomi kerakyatan menjadi fokus utama Seminar Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026, yang resmi dibuka Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serasan Sesko TNI, Kota Bandung, Rabu 8 Juli 2026, yang dihadiri 157 orang Pasis Dikreg LV.

Seminar berskala internasional ini diikuti secara terpadu oleh 122 Pasis yang hadir secara tatap muka (offline), 35 Pasis secara daring (online), serta 5 orang perwira siswa perwakilan dari negara sahabat, yakni Australia, India, Malaysia, Papua Nugini, dan Singapura.

Seminar bertema “Peran Koperasi Merah Putih dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan” ini menghadirkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., sebagai keynote speaker. Melalui paparan tersebut, para Perwira Siswa memperoleh wawasan mengenai arah kebijakan pengembangan koperasi serta perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dansesko TNI Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis berharap para perwira siswa dapat memanfaatkan forum akademis ini secara maksimal. Seminar diharapkan dapat merumuskan ide-ide aplikatif yang berimplikasi positif saat para perwira ditugaskan di kesatuan masing-masing.

Tema tersebut, Dansesko TNI menegaskan pentingnya peran strategis Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi, serta pembangunan nasional.

“Melalui seminar ini, diharapkan peserta khususnya Pasis dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan komprehensif mengenai peran strategis Koperasi Merah Putih dalam mendukung kebijakan pemerintah dan penguatan ekonomi bangsa,” jelas Marsekal TNI M. Khairil Lubis.

Sementara itu, dalam paparannya Menkop Ferry Juliantono menegaskan pentingnya mengembalikan koperasi sebagai arus utama atau penyangga utama (soko guru) perekonomian nasional. Hal ini dinilai sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 sebelum amendemen, di mana asas kekeluargaan dan usaha bersama menjadi landasan utama negara.

Sebagai langkah konkret melawan arus liberalisasi ekonomi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk membangkitkan koperasi langsung dari tingkat akar rumput. Hal ini memiliki rekam jejak historis yang kuat, mengingat kakek Presiden, Margono Djojohadikusumo, dan ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, merupakan tokoh sentral pendiri gerakan koperasi di Indonesia.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan Maret 2025. Inpres ini secara spesifik menginstruksikan pembentukan badan hukum Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan melibatkan 18 kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah hingga tingkat desa.

"Alhamdulillah per hari ini kami laporkan, sudah 83.000 badan hukum atau akta Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk, langkah masif ini dilanjutkan dengan terbitnya Inpres Nomor 17 yang mengatur pembangunan fisik seperti gudang, gerai dan sarana kelengkapannya di tiap desa. Ke depan, koperasi tidak hanya berkutat pada simpan pinjam, melainkan diamanatkan untuk masuk ke sektor produksi, distribusi, dan industri,” jelas Ferry.

Selain pembekalan dari Menteri Koperasi, acara ini juga diperkaya oleh pemaparan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya: Prof. Dr. Agus Pakpahan, M.Si., Ph.D. (Rektor Ikopin University), Joao Angelo De Sousa Mota (Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara), Bagus Rachman, S.E., M.Ec. (Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI) dan Ir. Priskianto, M.B.A. (Narasumber Pembekalan)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo, S.I.P., M.Han., para Pejabat Utama Sesko TNI, serta perwakilan mahasiswa pascasarjana dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Ikopin University, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....